Fakta Nasional

Menggapai Berkah di Hari Asyura: Ini Amalan dan Doa yang Dianjurkan

RELIGI, FAKTANASIONAL.NET - Bulan Muharram memegang posisi istimewa dalam kalender Islam, salah satunya karena di dalamnya terdapat Hari Asyura. Dirayakan setiap tanggal 10 Muharram, hari ini menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk mendekatkan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 06 July 2025 📖 3 menit
Menggapai Berkah di Hari Asyura: Ini Amalan dan Doa yang Dianjurkan
Menggapai Berkah di Hari Asyura: Ini Amalan dan Doa yang Dianjurkan/(ilustrasi/@fkn)
) -->

RELIGI, FAKTANASIONAL.NET - Bulan Muharram memegang posisi istimewa dalam kalender Islam, salah satunya karena di dalamnya terdapat Hari Asyura.

Dirayakan setiap tanggal 10 Muharram, hari ini menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai amalan dan doa.

Keutamaan Hari Asyura tidak hanya terletak pada anjuran berpuasa, tetapi juga pada peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah para nabi yang menjadikannya hari penuh berkah dan pengampunan.

Memasuki bulan Muharram, salah satu dari empat bulan suci (syahrul hurum), setiap amal kebaikan yang dikerjakan akan dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, terutama pada Hari Asyura.

Puasa sunnah pada hari ini memiliki keutamaan yang luar biasa, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis bahwa puasa Asyura dapat menjadi penebus dosa-dosa kecil yang telah lalu selama setahun.

Kesempatan emas ini tentu menjadi motivasi besar bagi kaum Muslimin untuk tidak melewatkan kemuliaan yang ditawarkan.

Keutamaan Puasa Tasu'a dan Asyura

Puasa pada Hari Asyura, yang jatuh pada 10 Muharram, memiliki status hukum sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.

Keistimewaan puasa ini ditegaskan dalam hadis riwayat Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa terbaik setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.

Berdasarkan kalender, Hari Asyura pada tahun 2025 diperkirakan jatuh pada hari Minggu, 6 Juli 2025.

Menariknya, praktik puasa pada tanggal 10 Muharram juga dilakukan oleh umat Yahudi sebagai bentuk syukur atas diselamatkannya Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Firaun.

Untuk membedakan syariat Islam, Rasulullah SAW berkeinginan untuk menambahkan puasa pada hari sebelumnya, yaitu pada tanggal 9 Muharram, yang dikenal sebagai puasa Tasu'a.

Beliau bersabda, "Jika aku masih hidup hingga tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan."

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa Tasu'a dan Asyura, yakni pada tanggal 9 dan 10 Muharram, untuk meraih keutamaan yang lebih sempurna dan sebagai pembeda dari tradisi umat lain.

Lantunan Doa dan Zikir di Hari Asyura

Selain berpuasa, Hari Asyura adalah waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa dan memohon ampunan. Pada hari inilah Allah SWT menerima taubat Nabi Adam AS, menyelamatkan Nabi Nuh AS dan kapalnya, serta mengeluarkan Nabi Yunus AS dari perut ikan.

Mengingat peristiwa-peristiwa agung ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan melantunkan doa-doa khusus. Salah satu doa yang masyhur dibaca pada Hari Asyura adalah doa yang memuat permohonan ampunan, keselamatan, dan pujian kepada keagungan Allah SWT.

Berikut adalah salah satu doa yang dapat diamalkan, yang diajarkan oleh para ulama, seperti yang terdapat dalam kitab Kanzun Najah wa Surur:

سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ, لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّاَ إِلَيْهِ, سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَآمَّاتِ كُلِّهَا, نَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلَّهَا بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ…

Membaca doa ini dengan penuh kekhusyukan dan harapan menjadi sarana untuk meraih rahmat Allah, memohon keselamatan, dan mengagungkan nama-Nya setulus hati.

Dengan menggabungkan amalan puasa dan doa, seorang Muslim dapat memaksimalkan potensi spiritual pada Hari Asyura, menjadikannya sebagai momentum untuk introspeksi diri dan kembali fitrah.

Dengan demikian, Hari Asyura bukan sekadar hari peringatan biasa. Ia adalah hari yang dipenuhi dengan pelajaran, ampunan, dan keberkahan.

Mari manfaatkan momen istimewa ini dengan menjalankan puasa Tasu'a dan Asyura, serta membasahi lisan dengan zikir dan doa, semata-mata untuk mengharapkan ridha Allah SWT.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK