Menguak Rahasia Jarak Tempuh Kendaraan Listrik
OTOMOTIF, FAKTANASIONAL.NET - Pemilihan kendaraan listrik tidak hanya soal desain futuristik atau biaya operasional rendah, namun juga soal jarak tempuh yang dijanjikan oleh produsen. Hyundai Gowa misalnya, kerap mencantumkan klaim jarak tempuh opti…
Dengarkan Ringkasan
OTOMOTIF, FAKTANASIONAL.NET - Pemilihan kendaraan listrik tidak hanya soal desain futuristik atau biaya operasional rendah, namun juga soal jarak tempuh yang dijanjikan oleh produsen.
Hyundai Gowa misalnya, kerap mencantumkan klaim jarak tempuh optimal berdasarkan kapasitas baterai dan protokol uji tertentu.
Namun, dalam praktik sehari-hari, angka tersebut bisa jauh berbeda—lebih pendek, bahkan kadang-kadang malah lebih panjang. Apa saja yang memengaruhi perbedaan tersebut?
Sama seperti mobil bensin, gaya berkendara sangat memengaruhi seberapa cepat “bensin” listrik habis. Melaju di kecepatan tinggi, agresif pada pedal gas maupun rem, akan memicu penggunaan energi yang lebih besar.
Akselerasi cepat memang menyenangkan, tetapi dapat menguras baterai hingga puluhan persen lebih cepat daripada berkendara santai.
Hindari tarikan mendadak dan menjaga kecepatan konstan bisa menambah jarak tempuh hingga 10–15% lebih jauh dibandingkan mengendarai agresif.
Penggunaan AC, pemanas, lampu LED ekstra, atau perangkat elektronik lainnya juga menyedot daya. Terlebih saat mode sirkulasi udara non-fresh diaktifkan, konsumsi energi bisa lebih efisien dibandingkan mode fresh yang harus memanaskan atau mendinginkan udara luar.
Sementara itu, kondisi cuaca ekstrem—terlalu dingin atau panas—serta medan jalan berlubang, menanjak, atau licin turut mengurangi efisiensi energi.
Baterai bekerja lebih keras untuk memanaskan diri sendiri atau mempertahankan suhu optimal di dalam sel baterai.
Hyundai Gowa menambahkan bahwa state of health (SOH) baterai sangat krusial. Semakin usia baterai bertambah, kapasitas maksimum kian menurun.
Oleh karena itu, perawatan berkala dan pengecekan kondisi baterai di bengkel resmi dapat menjaga SOH agar tidak turun drastis.
Cara Sederhana Menambah Jarak Tempuh
Berkendara dengan Kecepatan Normal
Pertahankan kecepatan stabil di jalan tol atau jalan arteri.
Kurangi Penggunaan Fitur Non-Essensial
Matikan AC atau pemanas ketika tidak dibutuhkan, gunakan mode sirkulasi jika perlu.
Tutup Jendela Rapat
Mengurangi hambatan udara saat melaju di kecepatan tinggi.
Periksa Tekanan Ban Rutin
Tekanan ideal sesuai rekomendasi pabrikan membantu mengurangi rolling resistance.
Manfaatkan Fitur Regeneratif dengan Bijak
Deselerasi perlahan untuk memaksimalkan pengereman regeneratif.
Jangan menunggu hingga indikator baterai mencapai 0%. Segera isi ulang ketika peringatan baterai menyala, atau hubungi layanan darurat Hyundai Gowa jika berada di kondisi terisolasi.
Dengan memahami dan menerapkan langkah-langkah di atas, klaim pabrikan tentang jarak tempuh dapat lebih mudah mendekati realita.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.