Fakta Nasional

Mengungkap Keutamaan Hari Arafah yang Menjadi Hari Paling Utama dalam Setahun

RELIGI, FAKTANASIONAL.NET - Hari Arafah adalah hari yang senantiasa dirindukan oleh jutaan jamaah haji tiap tahunnya. Terletak pada tanggal 9 Dzulhijjah, satu hari menjelang perayaan Idul Adha, Hari Arafah adalah puncak dari rangkaian ibadah haji. D…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 04 June 2025 📖 2 menit
Mengungkap Keutamaan Hari Arafah yang Menjadi Hari Paling Utama dalam Setahun
Keutamaan Hari Arafah yang Menjadi Hari Paling Utama dalam Setahun/(pixabay)
) -->

RELIGI, FAKTANASIONAL.NET - Hari Arafah adalah hari yang senantiasa dirindukan oleh jutaan jamaah haji tiap tahunnya. Terletak pada tanggal 9 Dzulhijjah, satu hari menjelang perayaan Idul Adha, Hari Arafah adalah puncak dari rangkaian ibadah haji.

Di hari inilah umat Islam yang menunaikan ibadah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf—suatu amalan yang disebut sebagai inti dari ibadah haji itu sendiri. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Haji adalah Arafah.” (HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i)

Karena itulah, siapa saja yang tidak melaksanakan wukuf di hari Arafah, maka hajinya tidak dianggap sah. Namun, keutamaan Hari Arafah tidak hanya berhenti pada ibadah haji.

Umat Islam di seluruh dunia juga dianjurkan memanfaatkan hari ini dengan berpuasa, berdoa, dan memperbanyak dzikir, sehingga keberkahan Hari Arafah dapat dirasakan oleh siapa saja, baik yang sedang berhaji maupun yang tidak.

Makna Wukuf di Padang Arafah
Wukuf di Padang Arafah bermakna berdirinya seorang hamba di hadapan Allah SWT untuk memohon ampunan, sekaligus merasakan betapa kecilnya diri di hadapan Sang Pencipta.

Selama wukuf, setiap jamaah haji berkumpul tanpa dibedakan suku atau budaya, menunjukkan kesatuan umat Islam di kaki Allah. Rasa kebersamaan ini kemudian membuka pintu hati untuk memperbanyak doa, istighfar, dan tadarus.

Konon, wukuf yang khusyuk dan dipenuhi amalan-amalan shalih pada Hari Arafah akan menghapus dosa-dosa kecil dan besar, seakan-akan lahir kembali dalam keadaan suci.

Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah, sehingga mereka yang tidak melakukannya, hajinya tidak sah.

Selain itu, terdapat banyak riwayat yang menyebutkan bahwa Hari Arafah adalah musim pengampunan, di mana Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk para hamba.

Berdasarkan hadis, puasa Arafah di luar jamaah haji juga memiliki keutamaan besar, yaitu diampuninya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang (HR. Muslim).

Oleh sebab itu, Hari Arafah menjadi momentum spiritual yang amat penting, tidak hanya bagi jamaah haji, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Muslim.

Pada intinya, siapa saja yang berkesempatan berada di Padang Arafah, hendaknya memaksimalkan wukuf dengan memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar.

Bagi yang tidak berhaji, puasa Arafah dan memperbanyak amalan sunnah di hari tersebut merupakan bentuk kecintaan pada sunnah Nabi dan usaha meraih rahmat Allah SWT.

Hari Arafah pada hakikatnya adalah inti dan puncak dari ibadah haji, sekaligus hari penuh berkah di mana pintu ampunan dan doa dibuka seluas-luasnya.

Melaksanakan wukuf dengan khusyu’, berpuasa bagi yang tidak berhaji, dan memperbanyak dzikir serta doa, menjadikan Hari Arafah momen paling utama dalam setahun.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK