Fakta Nasional

Meningkatnya Tren Hunian Commute-Friendly: Strategi Pangkas Waktu Perjalanan dan Tingkatkan Kualitas Hidup

FAKTANASIONAL.NET — Faktor mobilitas kini bergeser menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat perkotaan dalam memilih tempat tinggal . Tak lagi sekadar berpatokan pada lokasi strategis atau tawaran harga yang kompetitif, pencari hunian kini ce…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 03 August 2026 📖 2 menit
Meningkatnya Tren Hunian Commute-Friendly: Strategi Pangkas Waktu Perjalanan dan Tingkatkan Kualitas Hidup
Tren hunian commute-friendly atau ramah mobilitas kian digandrungi masyarakat perkotaan karena terbukti efektif memangkas waktu perjalanan, menekan biaya transportasi, hingga meningkatkan keseimbangan hidup (work-life balance)./Dok. Properti Indonesia

FAKTANASIONAL.NET — Faktor mobilitas kini bergeser menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat perkotaan dalam memilih tempat tinggal.

Tak lagi sekadar berpatokan pada lokasi strategis atau tawaran harga yang kompetitif, pencari hunian kini cenderung berburu tempat tinggal yang mampu mempermudah perjalanan harian menuju tempat kerja maupun pusat aktivitas masyarakat.

Fenomena ini mendorong melejitnya tren konsep commute-friendly home atau hunian dengan aksesibilitas transportasi yang matang.

Pertumbuhan tren ini sejalan dengan menguatnya kesadaran publik bahwa kualitas hidup tak cuma diukur dari kenyamanan bangunan rumah semata, melainkan dari efisiensi dan kemudahan mobilitas harian.

Hunian yang berada dekat dengan jaringan jalan utama, akses gerbang tol, serta moda transportasi publik dinilai mampu memangkas waktu tempuh perjalanan sekaligus menghadirkan beragam benefit bagi penghuninya.

Baca Juga: Benang Kusut Investasi Berisiko Tinggi Telkomsel di GOTO Pasca-temuan Audit BPK

Berdasarkan tinjauan dari berbagai sumber, berikut merupakan tiga keunggulan utama tinggal di hunian commute-friendly:

  1. Menghemat Waktu Perjalanan

Manfaat paling nyata dari hunian ramah mobilitas adalah kemampuan memangkas durasi perjalanan harian. Semakin dekat rumah dengan simpul transportasi umum atau jalan utama, semakin sedikit waktu yang terbuang di jalan raya.

Bahkan di beberapa kawasan terpadu, penghuni dapat berjalan kaki atau bersepeda ke tempat kerja tanpa tergantung pada kendaraan pribadi atau berganti moda transportasi. Waktu yang berhasil dihemat tersebut dapat dimanfaatkan untuk berolahraga, beristirahat, berkumpul bersama keluarga, maupun beraktivitas produktif.

  • Menekan Biaya Transportasi

    Kemudahan akses transportasi berbanding lurus dengan efisiensi pengeluaran rutin. Pengurangan penggunaan kendaraan pribadi secara otomatis memotong anggaran bahan bakar, retribusi parkir, biaya tol, hingga perawatan rutin kendaraan.

    Begitu pula dengan tarif transportasi umum yang menjadi lebih murah akibat jarak tempuh yang singkat tanpa perlu transit berkali-kali. Dalam jangka panjang, akumulasi penghematan ini dapat dialokasikan untuk kebutuhan prioritas lainnya.

  • Meningkatkan Kualitas Hidup

  • Efisiensi waktu dan penghematan biaya secara kumulatif mendongkrak kualitas hidup penghuni. Singkatnya durasi perjalanan dapat meredam tingkat kelelahan akibat kemacetan, sehingga memberi ruang lebih untuk menjalani hobi, membaca, berolahraga, dan beristirahat.

    Kondisi ini sangat membantu menciptakan keseimbangan antara dunia kerja dan kehidupan pribadi (work-life balance).

    Pengamat tata kota Yayat Supriatna menilai bahwa tolok ukur keberhasilan suatu kawasan hunian tidak hanya bersandar pada pembangunan fisik rumah, melainkan pada aspek konektivitasnya dengan titik-titik aktivitas publik.

    "Nilai sebuah kawasan akan meningkat ketika infrastrukturnya baik, akses jalannya mudah, lingkungannya tertata, dan mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien," kata Yayat dalam keterangan tertulisnya.

    Yayat menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan, konektivitas tol, hingga ketersediaan moda transportasi pendukung akan mengakselerasi transformasi suatu kawasan menjadi pusat pertumbuhan baru sekaligus melejitkan daya tariknya sebagai tempat tinggal pilihan.

    Merespons kebutuhan pasar tersebut, para pengembang properti kini berlomba merancang fasilitas penyokong mobilitas penghuni.

    Langkah konkret ditunjukkan oleh Paramount Petals yang menyediakan layanan shuttle bus melalui kolaborasi dengan White Horse Group.

    Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing, menegaskan bahwa orientasi pengembangan kawasan saat ini melampaui sekadar pembangunan fisik rumah.

    "Kami ingin menghadirkan kota yang aktif, dinamis, dan berkelanjutan. Karena itu pembangunan Paramount Petals tidak hanya berfokus pada produk hunian, tetapi juga membangun infrastruktur, fasilitas kota, serta sistem mobilitas yang semakin memudahkan aktivitas masyarakat," ujarnya.

    Ke depan, tren commute-friendly home diprediksi akan terus menguat seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang tak sekadar nyaman dihuni, tetapi juga sanggup mendukung mobilitas yang efisien dan berkelanjutan.

    Baca Juga: Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh Utara Kembali Menempati Hunian Sementara Usai Perbaikan Tuntas


    Halaman:

    Komentar (0)

    Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

    Jaringan Informasi Nusantara

    Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

    28 Provinsi Tercover
    500+ Kontributor Daerah
    FAKTA NASIONAL NETWORK