Milano Cortina 2026: Rekor Sejarah Italia Terpecahkan di Tengah Dominasi Norwegia
FAKTANASIONAL.NET, OLAHRAGA – Memasuki pekan terakhir Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 , peta persaingan medali semakin memanas. Meski Norwegia masih duduk nyaman di puncak takhta, tuan rumah Italia berhasil mencatatkan tinta emas dengan m…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET, OLAHRAGA – Memasuki pekan terakhir Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026, peta persaingan medali semakin memanas.
Meski Norwegia masih duduk nyaman di puncak takhta, tuan rumah Italia berhasil mencatatkan tinta emas dengan melampaui rekor perolehan medali terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan mereka.
Hingga Senin (16/2/2026), persaingan papan atas klasemen menunjukkan pergeseran kekuatan yang menarik untuk disimak.
Pecahnya Rekor 32 Tahun Sang Tuan Rumah
Baca Juga: Hasto Kristiyanto dan Cucu Megawati Tinjau Produk Kreatif di Soekarno Run 2026Italia tengah berada di "masa keemasan" mereka. Berstatus sebagai tuan rumah, Tim Azzurri telah mengumpulkan total 22 medali (8 emas, 4 perak, dan 10 perunggu).
Angka ini resmi melewati rekor lama mereka, yakni 20 medali yang pernah diraih pada Olimpiade Lillehammer 1994 silam.
Dengan sisa waktu kompetisi sekitar satu pekan, publik Italia optimis koleksi medali mereka akan terus bertambah seiring dukungan penuh penonton di arena.
Norwegia dan Kedigdayaan Johannes Klaebo
Di posisi puncak, Norwegia seolah bermain di liga mereka sendiri. Menjadi satu-satunya negara yang menembus dua digit emas (12 emas, total 26 medali), kekuatan negara Skandinavia ini bertumpu pada bintang ski lintas alam, Jannes Hoesflot Klaebo.
Klaebo tidak hanya sekadar menyumbang medali; ia kini mengukuhkan status sebagai legenda hidup dengan total koleksi sembilan emas Olimpiade sepanjang kariernya.
Kontribusinya menjadi mesin utama yang menjaga jarak aman Norwegia dari kejaran negara-negara pesaing.
Kebangkitan Amerika Serikat dan Harapan Kanada
Setelah awal yang sempat diragukan, Amerika Serikat (AS) mulai menunjukkan taringnya melalui cabang seluncur cepat. Atlet muda Jordan Stolz menjadi pahlawan dengan sumbangan dua emas, membawa AS kini mengoleksi 17 medali, bersaing ketat dengan Jepang.
Di sisi lain, Kanada akhirnya memutus kebuntuan emas pada hari kesembilan. Legenda ski, Mikael Kingsbury, sukses meraih emas di nomor dual moguls.
Momentum ini diprediksi akan menjadi bahan bakar Kanada, terutama menjelang duel klasik melawan AS di cabang hoki es yang selalu menjadi "partai panas" di setiap Olimpiade Musim Dingin.
Baca Juga: Menjelajah Nusantara melalui Olahraga
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.