Fakta Nasional

Monopoli Film: Dirut PFN Ifan Seventeen Tepiskabaran Rumah Produksi Besar

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Direktur Utama Perusahaan Film Nasional (PFN), Ifan Seventeen (Riefian Fajarsyah), membantah keras anggapan adanya praktik monopoli oleh rumah produksi (PH) besar dalam industri perfilman dan jaringan bioskop di Indonesi…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 26 November 2025 📖 1 menit
Monopoli Film: Dirut PFN Ifan Seventeen Tepiskabaran Rumah Produksi Besar
DJKI dan Ernest Prakasa: Stop Mutilasi Film untuk Konten Medsos/(pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Direktur Utama Perusahaan Film Nasional (PFN), Ifan Seventeen (Riefian Fajarsyah), membantah keras anggapan adanya praktik monopoli oleh rumah produksi (PH) besar dalam industri perfilman dan jaringan bioskop di Indonesia. Ifan menyampaikan hal ini saat peluncuran teaser film Pelangi di Mars, mengakui bahwa isu miring seperti monopoli selalu ada di industri mana pun, termasuk film.

Kapasitas Produksi Bukan Berarti Monopoli

Ifan menjelaskan bahwa wajar apabila PH besar merilis film secara lebih banyak dan sering. Hal ini semata-mata karena kapasitas produksi mereka yang memang lebih besar dibandingkan PH kecil. Menurutnya, kondisi ini adalah konsekuensi pasar (happens by market) dan bukan praktik monopoli yang disengaja. Ifan berpendapat bahwa PH besar hanya memanfaatkan kondisi dan skala bisnis mereka.

Komitmen PFN untuk Keadilan Industri

Meskipun menepis tuduhan monopoli, Ifan menegaskan komitmen PFN sebagai perwakilan pemerintah untuk memberikan porsi yang adil bagi seluruh produksi film nasional, baik dari PH besar maupun kecil. Beliau menyatakan akan mempelajari kasus yang sebenarnya terjadi dengan hati-hati. PFN bertekad untuk memastikan ekosistem perfilman nasional tetap sehat dan kompetitif bagi semua pelaku industri.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK