Fakta Nasional

Panduan Lengkap Mengatasi Sleepwalking

LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Sleepwalking atau tidur berjalan adalah kondisi di mana seseorang bangun sebagian dari tidur lalu berjalan atau melakukan aktivitas tanpa sadar. Walau sering dianggap menakutkan, sleepwalking umumnya bukan tanda ganggu…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 15 June 2025 📖 1 menit
Panduan Lengkap Mengatasi Sleepwalking
Sleepwalking/(pixabay)

LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Sleepwalking atau tidur berjalan adalah kondisi di mana seseorang bangun sebagian dari tidur lalu berjalan atau melakukan aktivitas tanpa sadar.

Walau sering dianggap menakutkan, sleepwalking umumnya bukan tanda gangguan psikologis serius. Namun, jika tidak ditangani, risiko cedera akibat tersandung, jatuh, atau keluar rumah tanpa sadar bisa meningkat.

Sleepwalking termasuk dalam parasomnia, gangguan tidur yang terjadi pada fase tidur non-rapid eye movement (NREM) deep sleep—biasanya 1–2 jam setelah tidur.

Pada fase ini, otak masih berada di kondisi rileks tinggi, tetapi aktivitas motorik dapat aktif. Otak bagian sadar belum sepenuhnya “terjaga”, sehingga tubuh bergerak tanpa kesadaran penuh.

Beberapa penyebab umum sleepwalking meliputi kurang tidur, stres berat, demam tinggi, konsumsi alkohol, obat-obatan tertentu, dan faktor genetik.

Anak-anak lebih rentan mengalami somnambulism, tetapi banyak yang tumbuh dan berhenti seiring usia. Pada orang dewasa, sleepwalking bisa merupakan tanda sleep apnea atau gangguan kejiwaan jika sering terjadi.

Meskipun tidak berbahaya bagi sebagian orang, sleepwalking dapat mengakibatkan cedera serius: terjatuh dari tempat tidur, tabrakan dengan furnitur, atau keluar rumah sendirian.

Keluarga dan penghuni rumah perlu meningkatkan langkah keamanan—misalnya memasang penghalang pintu atau alarm sensor gerak, serta menjauhkan benda tajam di area tidur.

Rutinitas Tidur Rileks: Ciptakan jadwal tidur teratur dan rutinitas relaksasi—membaca buku atau meditasi sebelum tidur.

Hindari Pemicu: Kurangi konsumsi kafein, alkohol, dan obat-obatan stimulan menjelang malam.

Manajemen Stres: Terapi relaksasi atau konseling dapat membantu mengendalikan kecemasan.

Konsultasi Medis: Jika sleepwalking parah atau sering, segera riset ke dokter spesialis tidur atau psikolog.

Dengan memahami mekanisme dan pencegahan sleepwalking, Anda serta keluarga dapat menjaga keamanan dan kualitas tidur yang lebih baik.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK