Fakta Nasional

Pantauan Pasar Jelang Idulfitri 1447 H: Stok Pangan Jakarta Dipastikan Aman

FAKTANASIONAL.NET - Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, kabar baik datang dari sektor perdagangan. Pemerintah secara proaktif memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok di wilayah DKI Jakarta tetap stabil dan tercukupi. Langkah ini diambil unt…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 12 March 2026 📖 1 menit
Pantauan Pasar Jelang Idulfitri 1447 H: Stok Pangan Jakarta Dipastikan Aman
Aktivitas pasar Legi Solo. (Dok. Espos.id)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, kabar baik datang dari sektor perdagangan. Pemerintah secara proaktif memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok di wilayah DKI Jakarta tetap stabil dan tercukupi.

Langkah ini diambil untuk meredam kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan barang atau lonjakan harga yang biasanya terjadi di penghujung bulan suci Ramadan, 11 Maret 2026.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menegaskan bahwa kontrol harga kini dilakukan secara hibrida, yakni melalui tinjauan lapangan dan aplikasi daring System Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Teknologi ini memungkinkan pemerintah memantau stok di lebih dari 550 pasar tradisional secara real-time. Dengan data harian yang akurat, potensi anomali harga di pasar bisa dideteksi lebih dini sebelum berdampak luas kepada konsumen.

Di tingkat wilayah, koordinasi dengan BUMD pangan seperti Perumda Dharma Jaya menjadi kunci dalam menjaga pasokan daging sapi dan ayam.

Meski terdapat sedikit kenaikan harga akibat tingginya permintaan, angkanya masih dalam batas wajar dan tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Selain kuantitas, pengawasan mutu juga terus diperketat guna menjamin produk yang beredar di masyarakat bebas dari zat berbahaya dan layak konsumsi.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK