Fakta Nasional

Pasca-Gempa M 7,6 Sulut-Malut: Tidak Ada Tambahan Korban Jiwa, Ratusan Warga Maluku Utara Mengungsi

FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi tidak adanya tambahan korban jiwa pasca-gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut). Berdasarkan pem…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 04 April 2026 📖 1 menit
Pasca-Gempa M 7,6 Sulut-Malut: Tidak Ada Tambahan Korban Jiwa, Ratusan Warga Maluku Utara Mengungsi
/Dok. BPBD Minahasa

FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi tidak adanya tambahan korban jiwa pasca-gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut).

Berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (4/4/2026), angka fatalitas dan luka-luka masih merujuk pada laporan awal kejadian.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa situasi di lapangan saat ini masih dalam pemantauan intensif, namun kondisi korban di Sulawesi Utara tidak mengalami perubahan.

“Dampak gempa di Sulawesi Utara terdapat satu korban meninggal dunia di Kota Manado dan satu korban luka ringan di Kabupaten Minahasa,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/4/2026).

Kondisi di Maluku Utara

Berbeda dengan Sulawesi Utara, wilayah Maluku Utara dilaporkan nihil korban jiwa maupun luka-luka. Kendati demikian, guncangan hebat tersebut berdampak signifikan pada sektor permukiman warga.

Ratusan keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka karena kondisi bangunan yang terdampak atau demi alasan keamanan.

BNPB merinci persebaran keluarga yang terdampak di Maluku Utara sebagai berikut:

  • Kota Ternate: 134 kepala keluarga.

  • Halmahera Tengah: 7 kepala keluarga.

  • Halmahera Barat: 5 kepala keluarga.

  • Halmahera Selatan: 2 kepala keluarga.

Selain kerusakan bangunan, gelombang pengungsian juga terjadi secara terkonsentrasi di wilayah Tidore Kepulauan.

"Selain itu, sebanyak 355 jiwa mengungsi di Kota Tidore Kepulauan,” pungkas Muhari.

Penanganan Darurat

BPBD setempat di masing-masing wilayah terdampak saat ini masih terus melakukan kaji cepat untuk mendata total kerugian materiil, termasuk kerusakan fasilitas sosial dan umum.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan, serta memastikan struktur bangunan rumah aman sebelum kembali ditempati.

Layanan kebutuhan dasar bagi para pengungsi di Kota Tidore Kepulauan dan wilayah terdampak lainnya saat ini mulai disalurkan oleh pemerintah daerah dibantu oleh berbagai instansi terkait.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK