Pasuruan Terendam Banjir, BNPB Pantau Ketat Debit Air di Tengah Status Siaga Darurat Jatim
FAKTANASIONAL.NET – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan Kota Pasuruan terus bersiaga penuh menyusul banjir yang merendam sejumlah titik akibat cuaca ekstrem. Hujan lebat yang mengguyur sejak Sabtu malam (21/3) hingga S…
FAKTANASIONAL.NET – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan Kota Pasuruan terus bersiaga penuh menyusul banjir yang merendam sejumlah titik akibat cuaca ekstrem.
Hujan lebat yang mengguyur sejak Sabtu malam (21/3) hingga Senin dini hari (23/3) telah memicu kenaikan debit air yang signifikan di wilayah tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa tim reaksi cepat telah diterjunkan untuk melakukan asesmen dampak serta koordinasi lintas sektoral.
Fokus Keselamatan Warga
Prioritas utama saat ini adalah memastikan warga yang berada di titik rawan tetap aman, mengingat intensitas hujan yang masih fluktuatif.
"Pemantauan ketinggian air terus dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi peningkatan debit air dan memastikan keselamatan warga," ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Senin (23/3/2026).
Masuk Periode Siaga Darurat 155 Hari
Bencana banjir ini terjadi di tengah masa pemberlakuan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Jawa Timur.
Status ini telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/845/013/2025 guna mempercepat respons penanggulangan bencana di seluruh wilayah Jawa Timur.
Abdul Muhari menekankan bahwa periode waspada ini masih akan berlangsung cukup lama.
"Ini yang berlaku selama 155 hari, terhitung sejak 27 November 2025 hingga 1 Mei 2026," tandasnya.
Penyebab Banjir
Berdasarkan data lapangan, banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Pasuruan sejak Sabtu malam, 21 Maret 2026 pukul 19.00 WIB.
Durasi hujan yang panjang hingga Senin dini hari membuat saluran drainase dan sungai tidak mampu menampung volume air, sehingga meluap ke pemukiman warga.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih berada di lokasi untuk memberikan bantuan logistik dan melakukan penyedotan air di area yang genangannya sulit surut.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.