Fakta Nasional

Pemerintah Kombinasikan Proyek Giant Sea Wall di Pantura Jawa dengan Hutan Mangrove

FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah akan mengombinasikan pembangunan tanggul laut raksasa ( giant sea wall ) di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan penanaman hutan mangrove. Langkah ini diambil sebagai strategi komprehensif untuk mengatasi perso…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 20 June 2026 📖 2 menit
Pemerintah Kombinasikan Proyek Giant Sea Wall di Pantura Jawa dengan Hutan Mangrove
Pemerintah fokus mengintegrasikan infrastruktur fisik dengan pendekatan alamiah untuk mengamankan kawasan Pantura Jawa./Dok. Ist

FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah akan mengombinasikan pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan penanaman hutan mangrove.

Langkah ini diambil sebagai strategi komprehensif untuk mengatasi persoalan banjir rob, abrasi, serta dampak nyata kenaikan muka air laut.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan, integrasi vegetasi mangrove menjadi poin krusial dalam proyek strategis ini karena berfungsi sebagai proteksi alami bagi wilayah pesisir.

Baca Juga: AHY Ditunjuk Prabowo Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung

"Kita sedang merancang membangun tanggul di laut selain tanggul pantai. Dan, kita mengombinasikan dengan mangrove karena ini merupakan solusi yang berbasis alamiah. Sebab mangrove itu juga sangat efektif untuk dikombinasikan," ujar AHY saat meresmikan gerakan Ayo Muliakan Sungai di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6).

AHY menegaskan, urgensi pembangunan proyek infrastruktur ini dipicu oleh ancaman penurunan permukaan tanah (land subsidence) berkisar antara 5 hingga 20 sentimeter per tahun di kawasan Pantura Jawa.

Kondisi tersebut diperparah oleh eksploitasi air tanah secara masif untuk memenuhi kebutuhan jutaan penduduk setempat.

Guna meredam risiko tersebut, pemerintah saat ini tengah mematangkan perancangan konstruksi tanggul laut raksasa sepanjang lebih dari 500 kilometer yang akan dieksekusi secara bertahap. Proyek ini diproyeksikan menggunakan pendekatan ganda yang memadukan infrastruktur fisik dengan pemulihan ekosistem lingkungan.

"Permasalahan banjir bukan hanya kiriman atau permasalahan di hulu tapi juga di hilir, ini yang kita perkuat melalui pendekatan infrastruktur keras," kata AHY.

Selain berfungsi memitigasi bencana akibat perubahan iklim, megaproyek giant sea wall ini dinilai membuka peluang kemitraan internasional secara luas. Sektor kerja sama tersebut mencakup transfer teknologi rekayasa pesisir, sistem operasi perlindungan pantai, hingga kegiatan riset dan pengembangan bersama (joint R&D).

"Indonesia sedang mematangkan rencana pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian dari agenda perlindungan pesisir yang lebih luas, utamanya di wilayah Pantura Jawa. Langkah ini bukan sekadar menghadirkan perlindungan fisik, tetapi juga menjaga denyut nadi kehidupan masyarakat, melindungi mata pencaharian, serta memastikan keberlanjutan ekosistem sosial dan ekonomi di kawasan pesisir," pungkas AHY.

Baca Juga: Wali Kota Eri Cahyadi Rotasi 78 Pejabat Pemkot Surabaya: Loyalitas Hanya untuk Rakyat


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK