Fakta Nasional

Pemerintah Mulai Bangun PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 Triliun di Jawa Barat

FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah resmi memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Jawa Barat dengan nilai investasi mencapai 400 juta dolar AS atau sekitar Rp7,2 triliun (asumsi kurs Rp18.000 per dolar A…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 30 July 2026 📖 2 menit
Pemerintah Mulai Bangun PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 Triliun di Jawa Barat
Foto Ilustrasi/Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memberikan sambutan pada seremoni groundbreaking proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Jawa Barat. Proyek berinvestasi Rp7,2 triliun ini ditargetkan mengolah 2.000 ton sampah per hari dan menghasil…
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah resmi memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Jawa Barat dengan nilai investasi mencapai 400 juta dolar AS atau sekitar Rp7,2 triliun (asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS).

Fasilitas ini dirancang mampu mengolah hingga 2.000 ton sampah per hari sekaligus memangkas emisi gas rumah kaca sebesar 311 ribu ton $CO_2$ ekuivalen.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyatakan bahwa PSEL Legok Nangka menjadi salah satu proyek strategis nasional untuk mengatasi krisis sampah perkotaan sekaligus mendukung percepatan transisi energi bersih.

"PSEL Legok Nangka dirancang dengan kapasitas pembangkit 40,79 MW dengan pengolahan sampah sekitar 2.000 ton dan nilai investasi sebesar US$400 juta atau sekitar Rp7,2 triliun," ujar Yuliot saat acara groundbreaking PSEL Legok Nangka di Jawa Barat, Kamis (29/7).

Selama masa konstruksi, proyek ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja lokal. Selain menghasilkan energi baru terbarukan (EBT), keberadaan PSEL ini fokus pada efisiensi pengurangan dampak lingkungan.

Baca Juga: Skema Dana Kelola Sampah Industri Ciptakan Lapangan Kerja Hijau Di Daerah?

"Selain menjadi solusi atas persoalan sampah perkotaan dan menghasilkan energi bersih, proyek ini juga diproyeksikan mengurangi emisi rumah kaca sebesar 311 ribu ton CO₂ equivalent," lanjutnya.

Masa pembangunan PSEL Legok Nangka diperkirakan menelan waktu lebih dari 41 bulan, dengan target Commercial Operation Date (COD) pada akhir 2029.

Meski demikian, pemerintah mendorong percepatan agar fasilitas tersebut dapat beroperasi lebih cepat dari jadwal.

"Kami mengharapkan pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan percepatan sehingga PSEL Legok Nangka dapat beroperasi lebih awal," tegas Yuliot.

Keberhasilan proyek ini membutuhkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT PLN (Persero), pengembang, lembaga pembiayaan, hingga masyarakat.

Yuliot berharap PSEL Legok Nangka dapat menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan.

"PSEL Legok Nangka diharapkan dapat menjadi model pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi yang dapat direplikasi di berbagai daerah," tuturnya.

Proyek ini diharapkan membawa dampak positif berantai, mulai dari reduksi volume sampah secara signifikan, pasokan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, hingga perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di Jawa Barat.

Baca Juga: Kebakaran TPA Jatiwaringan Padam, KLH Tetap Pantau Potensi Kemunculan Api Tersembunyi di Bawah Permukaan Tumpukan Sampah


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK