Penelitian Ungkap Kenapa Banyak Orang Salah Baca Bahasa Kucing
LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Sebuah penelitian dari University of Adelaide menemukan bahwa banyak orang gagal membaca bahasa tubuh kucing, meski hewan ini sebenarnya sangat komunikatif. Penelitian dilakukan dengan menunjukkan foto dan video intera…
Dengarkan Ringkasan
LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Sebuah penelitian dari University of Adelaide menemukan bahwa banyak orang gagal membaca bahasa tubuh kucing, meski hewan ini sebenarnya sangat komunikatif. Penelitian dilakukan dengan menunjukkan foto dan video interaksi manusia-kucing dalam situasi positif dan negatif.
Hasilnya, banyak peserta tidak bisa membedakan kucing yang stres dari kucing yang sedang bermain.
Tanda-Tanda Stres yang Sering Disalahartikan
Peneliti menemukan sekitar 25 persen responden mengira kucing stres sebagai kucing bahagia. Pupil membesar, gerakan ekor cepat, dan telinga merendah adalah tanda kucing sedang tertekan.
Namun tanda tersebut sering tertukar dengan antusiasme saat bermain.
Ekor Jadi Kunci Utama Membaca Mood Kucing
Menurut peneliti Julia Henning, ekor adalah indikator terkuat. Ekor tegak menunjukkan kucing merasa nyaman. Sebaliknya, jika ekor berayun cepat saat disentuh, sebaiknya interaksi dihentikan agar kucing tidak semakin tertekan.
Henning menegaskan pentingnya membaca keseluruhan bahasa tubuh, bukan hanya satu sinyal. Kucing akan memberi tahu perasaannya, hanya saja manusia sering tak peka.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.