Fakta Nasional

Pengawasan Pengelolaan Keuangan Masih Lemah, DPRD DKI Minta Dibuatkan Payung Hukum

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pengawasan terhadap eksekutif dinilai masih lemah. Hal itu dikarenakan belum adanya payung hukum yang jelas terkait fungsi pengawasan pengelolaan keuangan Menanggapi hal itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Ismail mendorong aga…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 05 September 2024 📖 1 menit
Pengawasan Pengelolaan Keuangan Masih Lemah, DPRD DKI Minta Dibuatkan Payung Hukum
Anggota DPRD DKI, Ismali/ald
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pengawasan terhadap eksekutif dinilai masih lemah. Hal itu dikarenakan belum adanya payung hukum yang jelas terkait fungsi pengawasan pengelolaan keuangan

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Ismail mendorong agar dibuat regulasi secara detail untuk melakukan fungsi pengawasan.

Ismail juga mengatakan, sejauh ini legislatif tidak memiliki kapasitas lebih dalam mengawasi eksekutif.

“Ke depan ini bisa lebih detail dan berbasis payung hukum yang jelas dalam melakukan fungsi pengawasan,” ujar Ismail di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (04/09/2024).

Dengan begitu, dikatakan Ismail, payung hukum akan bisa memberikan jaminan untuk pengawasan secara bersama-sama terhadap mitra kerja dari masing-masing komisi di DPRD DKI Jakarta.

Selanjutnya, kata Ismail, DPRD dapat mengevaluasi terhadap kinerja operasional dan penyerapan anggaran.

“Sehingga nanti kita bisa menemukan dan bisa mengawasi sejauh mana mereka mengeksekusi dari sesuatu yang telah direncanakan dan disahkan bersama,” jelasnya.

Disisi lain, Ismail cukup mengapresiasi kehadiran dua institusi dengan fungsi pengawasan, yakni Inspektorat DKI Jakarta dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Sebab ketika rapat kerja yang bersifat evaluasi, pihaknya senantiasa mempertanyakan tindak lanjut laporan hasil BPK.

“Karena ini penting, karena kita mengakui ruang lembaga tersebut lebih terpercaya dalam melakukan fungsi pengawasan,” pungkas Ismail.[ald]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK