Pergerakan Tanah di Sanggau Robohkan Tiga Ruko, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp1,5 Miliar
FAKTANASIONAL.NET – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sanggau dalam beberapa hari terakhir memicu bencana pergerakan tanah yang fatal. Tiga unit rumah toko (ruko) di Dusun Ubay, Desa Kedukul, Kecamatan Mukok, dila…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sanggau dalam beberapa hari terakhir memicu bencana pergerakan tanah yang fatal.
Tiga unit rumah toko (ruko) di Dusun Ubay, Desa Kedukul, Kecamatan Mukok, dilaporkan ambruk hingga rata dengan tanah pada Minggu (5/4) sekitar pukul 21.30 WIB.
Meski bangunan hancur total, pihak kepolisian mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Namun, pemilik ruko, Joni Efendi (47), harus menelan kerugian materiil yang sangat besar.
Detik-Detik Mencekam Sebelum Ambruk
Peristiwa runtuhnya bangunan komersial ini terjadi secara tiba-tiba dan sempat mengejutkan warga sekitar.
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga 21 Februari
Vitalis (35), seorang saksi mata yang rumahnya tepat bersebelahan dengan lokasi kejadian, mengaku sempat mendengar suara-suara aneh dari arah bangunan ruko sebelum bencana terjadi.
“Saya dengar suara gemeretak dari arah ruko, lalu saya masuk mengambil senter untuk memastikan. Tidak lama kemudian terdengar suara keras seperti bangunan roboh,” ujar Vitalis saat memberikan keterangan kepada petugas kepolisian.
Setelah mendengar dentuman keras tersebut, Vitalis segera keluar dan mendapati ruko milik tetangganya sudah hancur lebur.
Kondisi tanah yang labil akibat hujan tanpa henti juga dibenarkan oleh saksi lain, Sardius (46), yang menyebutkan tanda-tanda tanah retak sudah mulai terlihat sejak beberapa hari sebelumnya.
Analisis Konstruksi dan Penyebab
Personel Polsek Mukok segera tiba di lokasi untuk mengamankan area dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Mukok, AKP Ambril, menjelaskan bahwa struktur bangunan menjadi salah satu faktor penentu cepatnya ruko tersebut roboh saat tanah bergeser.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, tidak ditemukan adanya korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar akibat ambruknya tiga unit ruko tersebut,” ungkap AKP Ambril.
Berdasarkan analisa awal kepolisian, ruko tersebut dibangun menggunakan sistem tiang penyangga beton dan tidak menapak langsung pada tanah padat yang stabil. Hal ini membuat bangunan kehilangan keseimbangan seketika saat fondasi bawahnya bergerak.
“Diduga kuat, pergerakan tanah yang terjadi menyebabkan patahnya tiang penyangga beton sehingga bangunan tidak mampu menahan beban dan akhirnya ambruk,” jelas Kapolsek.
Imbauan Kewaspadaan Dini
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat Sanggau, khususnya yang bermukim di daerah lereng atau tepian sungai yang rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama saat hujan turun dengan durasi lama.
Hingga saat ini, Polsek Mukok bersama instansi terkait masih terus bersiaga di lokasi terdampak untuk memantau potensi pergerakan tanah susulan guna memastikan keselamatan warga di sekitar Dusun Ubay tetap terjaga.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.