Fakta Nasional

Peringati Nuzulul Qur'an, DPP PKS Gelar 12 Jam Marathon Qur'an

FAKTANASIONAL.NET - Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an, Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) menggelar acara 12 Jam Marathon Qur'an. Kegiatan tersebut yang dipandu oleh Musthofa Faruq, Mahmuda Rizaldi, Rezky Cocip, dan Yhud…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 14 March 2026 📖 2 menit
Peringati Nuzulul Qur'an, DPP PKS Gelar 12 Jam Marathon Qur'an
Kegiatan peringatan Nuzulul Qur'an di DPP PKS yang diisi dengan 12 Jam Marathon Qur'an/Dok. Ist.

FAKTANASIONAL.NET - Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an, Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) menggelar acara 12 Jam Marathon Qur'an. Kegiatan tersebut yang dipandu oleh Musthofa Faruq, Mahmuda Rizaldi, Rezky Cocip, dan Yhuda Arifin yang berlangsung di Kantor DPTP PKS, Jakarta Selatan.

Dalam Tausyiahnya, Ketua DSW PKS DKI, KH Abdul Aziz Abdur Rouf mengungkapkan peringatan Nuzul Quran harus menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup secara menyeluruh.

"Peringatan Nuzulul Qur'an tidak boleh sekadar menjadi seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk kembali kepada Al-Qur’an secara utuh," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (13/3/2025).

"Kita tidak boleh menjadi orang yang hanya merasa cukup dengan sekadar membaca Al-Qur’an, tanpa pernah berpikir kapan kita harus menghafalnya, kapan kita harus memahaminya, dan kapan kita harus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari," tambah Abdul Aziz.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa peringatan turunnya Al-Qur’an seharusnya mengingatkan umat Islam untuk memahami kandungan Al-Qur’an secara menyeluruh. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW bahwa Allah akan mengangkat derajat suatu umat dengan Al-Qur’an dan merendahkan suatu umat dengan Al-Qur’an pula.

Menurutnya, umat akan diangkat derajatnya ketika benar-benar mengamalkan seluruh ajaran Al-Qur’an. Sebaliknya, umat akan mengalami kemunduran ketika mereka berpaling atau hanya mengambil sebagian ajaran Al-Qur’an saja.

“Selama Al-Qur’an hanya dipahami secara setengah-setengah, hanya diambil sebagian ajarannya saja, maka Al-Qur’an tidak akan memberikan wawasan yang utuh bagi manusia dalam menjalani kehidupan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang seharusnya menjadi landasan dalam setiap aspek kehidupan manusia, baik dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun dalam mengelola kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Aziz juga mengajak umat Islam untuk bersyukur apabila Allah telah memberikan hidayah sehingga berada dalam lingkungan orang-orang yang menyadari pentingnya Al-Qur’an secara keseluruhan.

“Kesadaran ini adalah langkah awal agar kita benar-benar menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup,” katanya.

Ia berharap, setiap kali umat Islam memperingati Nuzulul Qur'an, hal tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kedekatan dengan Al-Qur’an serta memperdalam pemahaman terhadap ajaran-ajarannya.

“Semoga setiap kali kita memperingati Nuzulul Qur'an, derajat kita semakin diangkat oleh Allah, wawasan kita semakin terbuka, dan kehidupan kita semakin selaras dengan nilai-nilai Al-Qur’an,” tuturnya.

Menurutnya, harapan terbesar adalah agar seluruh ajaran Al-Qur’an benar-benar hadir dalam setiap sisi kehidupan umat Islam.

“Inilah yang seharusnya menjadi poin utama dalam peringatan Nuzulul Qur'an,” pungkasnya.[sah]

 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK