Fakta Nasional

Persaingan Makin Ketat, Bank Kalbar Diminta Perluas Sumber Pendapatan Ke Sektor Pertanian dan Perikanan

PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET — Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Heri Mustamin, menilai Bank Kalbar perlu melakukan inovasi dan ekspansi bisnis yang lebih agresif agar tidak terus bergantung pada sektor Aparatur Sipil Negara…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Natash Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 26 May 2026 📖 1 menit
Persaingan Makin Ketat, Bank Kalbar Diminta Perluas Sumber Pendapatan Ke Sektor Pertanian dan Perikanan
Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Barat Heri Mustamin. (Dok. HO/Faktanasional)
) -->

PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET — Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Heri Mustamin, menilai Bank Kalbar perlu melakukan inovasi dan ekspansi bisnis yang lebih agresif agar tidak terus bergantung pada sektor Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai negeri sebagai sumber utama pendapatan bank daerah tersebut.

Menurut Heri, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bank Kalbar memiliki posisi strategis dalam menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat perekonomian daerah melalui pembiayaan sektor-sektor produktif masyarakat.

“Saya berkali-kali mengatakan bahwa urat nadi otonomi daerah itu berkaitan dengan PAD, dan salah satunya memang ada di BUMD-BUMD, termasuk Bank Kalbar,” kata Heri.

Ia menilai selama ini Bank Kalbar telah memiliki pasar yang relatif kuat karena sebagian besar transaksi keuangan pegawai negeri di Kalimantan Barat menggunakan layanan perbankan tersebut.

Namun kondisi itu, menurutnya, tidak boleh membuat Bank Kalbar terlena tanpa melakukan diversifikasi bisnis.

“Hampir semua kegiatan pegawai negeri di Kalimantan Barat ini sudah berbankan Bank Kalbar. Tapi menurut saya, yang masih perlu dikritisi adalah bagaimana Bank Kalbar terus berinovasi dan serius membantu UMKM di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Heri mengatakan ketergantungan terhadap pasar ASN berpotensi menjadi tantangan di masa depan seiring semakin ketatnya persaingan perbankan nasional yang mulai masuk ke segmen pasar yang sama.

(*Red)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK