Fakta Nasional

Persebaya Surabaya Didenda Rp 75 Juta oleh Komdis PSSI

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan denda total Rp 75 juta kepada Persebaya Surabaya pasca- sidang pada 16 April 2025. Dua pelanggaran dicatat: perilaku suporter tim tamu dan indisipliner pemain saat laga Persija J…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 24 April 2025 📖 1 menit
Persebaya Surabaya Didenda Rp 75 Juta oleh Komdis PSSI
Persebaya Surabaya/(Instagram)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan denda total Rp 75 juta kepada Persebaya Surabaya pasca- sidang pada 16 April 2025.

Dua pelanggaran dicatat: perilaku suporter tim tamu dan indisipliner pemain saat laga Persija Jakarta vs Persebaya di Stadion GBK (12/4/2025).

Dengan sanksi ini, Persebaya diingatkan untuk memperkuat tata tertib internal jelang laga big match melawan Arema FC, Senin (28/4/2025) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

PSSI masih melarang suporter tim tamu hadir di stadion selama Liga 1 2024/2025, sebagai antisipasi kerusuhan pasca-tragedi Kanjuruhan.

Meski Persebaya mengirimkan suporter ke GBK, Komdis menilai pelanggaran ini membahayakan keamanan dan kelancaran kompetisi, sehingga mendenda klub sebesar Rp 25 juta.

Komdis juga mencatat enam kartu kuning yang diterima pemain Persebaya dalam pertandingan itu, dianggap melampaui batas wajar.

Beberapa tindakan dianggap menghalangi lawan dan enggan mengikuti instruksi wasit, sehingga klub dikenai denda Rp 50 juta.

PSSI menegaskan bahwa kedisiplinan pemain adalah cerminan profesionalisme klub dan kualitas Liga 1.

Saat ini, Persebaya menempati peringkat ketiga klasemen sementara Liga 1 dengan 52 poin. Meski denda memberatkan, fokus utama tetap pada persiapan teknis dan mental menghadapi Arema FC.

Pelatih dan manajemen diharapkan memberikan instruksi tegas agar pelanggaran serupa tidak terulang.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa klub harus bertanggung jawab penuh atas perilaku suporter dan tindak tanding pemain.

Pengelolaan manajemen suporter, edukasi disiplin pemain, serta kerja sama erat dengan aparat keamanan menjadi kunci menjaga reputasi dan prestasi di lapangan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK