Perumda Tirta Khatulistiwa Operasikan IPA Nipah Kuning dan Beri Diskon Pelanggan Pasif
FAKTANASIONAL.NET - Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak resmi mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nipah Kuning guna mendongkrak kapasitas layanan air bersih di wilayah tersebut. Pengerjaan infrastruktur ini secara total men…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak resmi mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nipah Kuning guna mendongkrak kapasitas layanan air bersih di wilayah tersebut. Pengerjaan infrastruktur ini secara total menambah akumulasi volume produksi air bersih milik badan usaha milik daerah tersebut.
“Dengan selesainya dan beroperasinya instalasi Nipah Kuning 300 liter per detik, sekarang total kapasitas kami menjadi 2.358 liter per detik,” jelas Direktur Utama Perumda Tirta Khatulistiwa, Abdullah, Senin (18/5/2026).
Selain peningkatan ekspansi kapasitas produksi, manajemen juga dihadapkan pada target penekanan tingkat kehilangan air atau kebocoran distribusi. Berdasarkan data operasional hingga April 2026, realisasi angka kebocoran tercatat berada di pos 28,77 persen, di mana manajemen membidik limitasi hingga menyentuh batas aman di angka 28,6 persen pada tahun ini.
“Insyaallah kami akan berupaya semaksimal mungkin agar target tersebut bisa tercapai,” tutur Abdullah.
Stimulus Tarif Golongan Rumah Tangga
Merespons momentum hari jadi ke-51 perusahaan, Perumda Tirta Khatulistiwa meluncurkan kebijakan stimulus berupa pemotongan biaya administrasi sambungan kembali sebesar 51 persen. Insentif tarif ini ditargetkan khusus bagi kelompok pelanggan pasif yang berniat mengaktifkan kembali pemanfaatan distribusi air bersih mereka.Abdullah memaparkan bahwa program potongan harga tersebut berlaku spesifik untuk kategori pelanggan yang masuk dalam daftar nonaktif dengan durasi akumulatif di atas empat bulan.
“Diskonnya 51 persen, sesuai HUT ke-51. Ini untuk pelanggan pasif yang membuka sambungan kembali, khususnya yang sudah empat bulan ke atas,” ujarnya.
Secara teknis, skema pelonggaran biaya sambung kembali ini dialokasikan untuk klasifikasi pelanggan golongan rumah tangga dengan kode register 2A1, 2A2, dan 2A3. Otoritas perusahaan menetapkan masa berlaku program stimulus tersebut dimulai sejak 18 Mei hingga batasan akhir pada 31 Juli 2026.
Melalui langkah pemotongan biaya ini, manajemen memproyeksikan adanya pemulihan rasio pelanggan aktif sekaligus perluasan jangkauan distribusi air bersih kepada masyarakat secara riil.
“Semoga ini bermanfaat bagi pelanggan pasif, sehingga mereka bisa menjadi pelanggan aktif kembali,” kata Abdullah.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.