Fakta Nasional

Pilkada 2024, Ulama Bekasi Ajak Pilih Pemimpin yang Adil dan Tidak Tersandera Kasus Korupsi

BEKASI, FAKTANASIONAL.NET - Tahapan Pilkada Serentak 2024 sudah memasuki masa kampanye. Begitu pula dengan tahapan pemilihan calon walikota Bekasi periode 2024-2029. Mendapat kondisi ini, Ulama Kota Bekasi Ustadz Abu Deedat meminta masyarakat bijak…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 26 September 2024 📖 2 menit
Pilkada 2024, Ulama Bekasi Ajak Pilih Pemimpin  yang Adil dan Tidak Tersandera Kasus Korupsi
Ulama Bekasi, Ustadz Abu Deedat/ddg

BEKASI, FAKTANASIONAL.NET - Tahapan Pilkada Serentak 2024 sudah memasuki masa kampanye. Begitu pula dengan tahapan pemilihan calon walikota Bekasi periode 2024-2029.

Mendapat kondisi ini, Ulama Kota Bekasi Ustadz Abu Deedat meminta masyarakat bijak dan cermat dalam memilih pemimpin.

Menurut Ustadz Abu Deedat, dalam Islam secara umum soal kepemimpinan digambarkan surat Al Baqarah ayat 124. Pada ayat itu Allah berjanji kepada Nabi Ibrahim yang hendak dijadikan pemimpin bagi umat manusia. Nabi Ibrahim menjadi pemimpin karena sukses menjalankan berbagai ujian serta tidak zalim atau berlaku adil.

"Di sini tentu ketika hendak menjadi pemimpin harus diuji terlebih dahulu dari berbagi sisi. Kemudian pilih pemimpin yang tidak zalim," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (25/09/2024).

Teruji dapat dilihat dari jejak rekam pasangan calon Walikota dan calon Wakil Walikota. Misalnya tidak terlibat kasus korupsi.

"Pilih pemimpin yang tidak tersandera dengan urusan-urusan korupsi. Sehingga ketika terpilih dan menjalankan amanahnya tidak akan terganggu. Karena tidak ada beban," ujar Ustadz Abu Deedat.

Ustaz Abu Deedat menjelaskan, dalam memilih pemimpin umat tentu sudah paham tentang kriteria yang dianjurkan Islam. Seperti harus jujur, amanah, cerdas dan tablig.

"Ini merupakan empat kriteria ketuhanan," tegas Ustadz Abu Deedat yang aktif menjadi pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi.

Ustadz Abu Deedat menilai masyarakat sudah mulai cerdas dalam memilih pemimpin. Tanda orang munafik diantaranya jika ia berbicara ia berdusta. Jika berjanji ia mengingkari. Jika diberi amanat dia khianat.

"Kemudian kata Nabi, ada munafik tulen, jika ia berkompetisi ia curang. Silakan umat bisa melihat, mana yang terbaik. Masyarakat dapat melihat dari kriteria itu, lihat dari jejak rekam," ulas Ustadz Abu Deedat.

Ustaz Abu Deedat berharap, Kota Bekasi dipimpin oleh Walikota dan Wakil Walikota terbaik. "Karena kalau kata janji Allah, jika pemimpin baik, maka Allah akan memberikan keberkahan," pungkas Ustadz Abu Deedat.

Sebagaimana diketahui, saat ini ada tiga pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota yang akan bersaing di Pilkada Kota Beaksi 2024. Mereka adalah pasangan Heri Koswara-Sholihin dengan nomor urut 01, pasangan Uu Saiful Mikdar-Nurul Sumarhaeni dengan nomor urut 02, dan pasangan Tri Adhianto-Harris Bobihoe dengan nomor urut 03.

Ketiga pasangan tersebut telah ditetapkan KPU guna bersaing memperebutkan posisi orang nomor satu di Kota Bekasi untuk lima tahun mendatang.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK