PLN Barabai Buka Suara soal 5.000 Ayam Mati Saat Listrik Padam, Pemilik Kandang Segera Dipanggil
FAKTANASIONAL.NET - PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Barabai Kota mulai menindaklanjuti laporan kematian lebih dari 5.000 ekor ayam pedaging di kandang close house milik Saipul Hadi di Desa Aluan Sumur, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Barabai Kota mulai menindaklanjuti laporan kematian lebih dari 5.000 ekor ayam pedaging di kandang close house milik Saipul Hadi di Desa Aluan Sumur, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.
Manager ULP PLN Barabai Kota, Syarwani, mengatakan pihaknya telah memantau kejadian tersebut dan berencana bertemu langsung dengan pemilik usaha untuk memperoleh informasi secara menyeluruh.
Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 27 Juli 2026, dikutip dari ANTARA News Kalimantan Selatan.
"Kami telah memonitor kejadian tersebut dan akan bertemu langsung dengan pemilik kandang untuk melakukan pendalaman," ujar Syarwani, dikutip dari ANTARA News Kalimantan Selatan.
Menurutnya, komunikasi awal telah dilakukan melalui aplikasi WhatsApp. Namun, pembahasan lebih rinci baru akan dilaksanakan setelah pemilik kandang kembali ke Barabai dari luar kota.
Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Barabai, Kurnia Dany Hargyana, menambahkan bahwa perusahaan masih mengumpulkan data sebelum menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan ketentuan.
Kurnia menjelaskan, apabila pelanggan berhak menerima kompensasi, mekanismenya mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 yang telah diperbarui melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025.
Bentuk kompensasi berupa pengurangan tagihan listrik bagi pelanggan pascabayar atau penambahan token listrik bagi pelanggan prabayar apabila Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) tidak terpenuhi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kerugian usaha seperti kematian ternak maupun kerusakan aset pelanggan tidak termasuk kompensasi otomatis dan harus melalui kajian tersendiri.
Sebelumnya, lebih dari 5.000 ekor ayam dari sekitar 8.000 ekor yang dipelihara dilaporkan mati saat terjadi pemadaman listrik selama lebih dari lima jam di Desa Aluan Sumur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemadaman berlangsung di luar jadwal ketika waktu Shalat Jumat, sementara generator cadangan di kandang mengalami gangguan sehingga blower berhenti beroperasi.
Akibatnya, suhu di dalam kandang meningkat dan menyebabkan kematian massal ayam dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp250 juta.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.