Bukan Air Keras, Polisi Ungkap Fakta Kasus Viral Pelemparan Mobil di Sanggau
SANGGAU, FAKTANASIONAL.NET - Kepolisian Resor Sanggau menyelidiki fakta di balik video viral dugaan kasus Pelemparan Mobil di Sanggau menggunakan air keras pada Kamis (18/6/2026). Informasi tersebut sebelumnya beredar luas di media sosial Facebook d…
Dengarkan Ringkasan
SANGGAU, FAKTANASIONAL.NET - Kepolisian Resor Sanggau menyelidiki fakta di balik video viral dugaan kasus Pelemparan Mobil di Sanggau menggunakan air keras pada Kamis (18/6/2026).
Informasi tersebut sebelumnya beredar luas di media sosial Facebook dan Instagram dengan narasi tambahan bahwa layanan pengaduan darurat 110 tidak merespons laporan korban.
Menindaklanjuti kegaduhan publik tersebut Perwira Pengawas Inspektur Polisi Dua Nyoman Andika Maha Putra dan Piket Samapta Inspektur Polisi Dua Novi Iswandi langsung melakukan penelusuran.
Hasil penyelidikan awal kepolisian berhasil mengungkap identitas pengemudi di dalam video viral tersebut yang diketahui merupakan seorang pria berinisial AC.
Pihak kepolisian bersama personel Kepolisian Sektor Mukok kemudian membawa AC menuju Markas Kepolisian Resor Sanggau guna dimintai klarifikasi secara resmi.
Pemeriksaan mengungkap bahwa insiden tersebut terjadi pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB saat AC melintas di Simpang Desa Inggis Kecamatan Kapuas.
Kendaraan Toyota Agya berwarna kuning dengan nomor polisi KB 1045 MJ yang dikendarai AC memang terkena lemparan cairan dari orang tidak dikenal.
Namun hasil klarifikasi kepolisian memastikan bahwa cairan yang terlihat di bodi kendaraan dalam rekaman video tersebut bukanlah air keras.
AC mengakui secara langsung bahwa cairan yang tampak menempel pada bagian mobil tersebut hanyalah cairan pembersih kaca atau air wiper bawaan kendaraan.
Kepolisian juga secara tegas meluruskan tudingan publik terkait ketidakresponsifan layanan darurat 110 dalam merespons dugaan kasus Pelemparan Mobil di Sanggau ini.
Pemeriksaan membuktikan bahwa AC sama sekali tidak mengetahui tata cara menggunakan layanan panggilan 110 dan tidak pernah membuat laporan ke nomor tersebut.
Polisi menegaskan tidak ada rekam jejak panggilan masuk dari pengemudi sehingga tuduhan terhadap lambannya kinerja layanan darurat dipastikan merupakan informasi keliru.
Pengemudi mengaku sesaat setelah kejadian hanya menghubungi keluarganya dan pemilik mobil yang merupakan sebuah perusahaan penyewaan kendaraan di Kabupaten Sintang.
Saat ini aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas pelaku serta motif pasti pelemparan cairan misterius tersebut.
Petugas di lapangan masih terus berupaya mengumpulkan keterangan para saksi tambahan dan menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi guna memburu terduga pelaku.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.