Pontianak Dikepung Pasang Laut Berbaur Banjir Hujan, Tiga Hari Tak Kunjung Surut
PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET – Sebagian besar wilayah Kota Pontianak masih tergenang air hingga hari ketiga, Senin (08/12/2025). Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi fenomena pasang air laut atau banjir rob Pontianak dari Sungai Kapuas yang bertemu…
Dengarkan Ringkasan
PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET – Sebagian besar wilayah Kota Pontianak masih tergenang air hingga hari ketiga, Senin (08/12/2025).
Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi fenomena pasang air laut atau banjir rob Pontianak dari Sungai Kapuas yang bertemu dengan tingginya curah hujan.
Debit air sungai diketahui mulai meningkat sejak Sabtu (06/12/2025) akibat fase pasang maksimum. Situasi kian sulit ketika hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur kota ini sejak Minggu (07/12/2025) siang hingga malam, dan kembali terjadi pada Senin siang.
Akibatnya, air yang seharusnya mengalir ke sungai saat laut surut justru tertahan oleh volume air hujan di daratan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air cukup tinggi merendam sejumlah ruas jalan protokol dan permukiman warga. Di Jalan Kom Yos Sudarso (Jeruju), Pontianak Barat, air bercampur lumpur bahkan masuk ke fasilitas pendidikan SMKN 3 Pontianak. Hal ini mengganggu aktivitas belajar mengajar karena ruang kelas dan bengkel praktik ikut terendam.
Dampak banjir rob Pontianak juga terlihat di titik vital pusat kota, seperti Jalan Tanjung Pura, Jalan Gajah Mada, hingga halaman Kantor RRI Pontianak di Jalan Jenderal Sudirman. Sementara itu, wilayah Pontianak Timur (Tanjung Hulu) dan Pontianak Utara (Siantan) melaporkan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 50 sentimeter.
Genangan yang tak kunjung kering ini dikeluhkan oleh warga. Salah seorang warga yang rumahnya terendam air hingga selutut mengaku pasrah menghadapi siklus banjir kali ini karena durasinya lebih lama dari biasanya.
“Tiga hari sudah begini. Surut sebentar, naik lagi. Capek kami, tapi mau bagaimana,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.
Menurut warga, biasanya saat air laut surut pada sore hari, permukiman akan ikut kering. Namun kali ini, air di parit tetap penuh dan kembali meluap karena hujan deras yang turun terus-menerus.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Pontianak mencatat ketinggian pasang air laut saat ini mencapai puncaknya di angka 1,8 hingga 1,9 meter. Periode pasang maksimum ini terjadi pada rentang pukul 07.00 hingga 11.00 WIB.
Selain pasang laut, BMKG juga memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang masih membayangi Kota Pontianak hingga sore nanti.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan dataran rendah dengan sistem drainase yang terhubung langsung ke Sungai Kapuas.
(RN)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.