Prabowo dalam Posisi Lebih Baik! yang Dihadapi Saat Ini Sama dengan 2014
FAKTANASIONAL.NET - Walau tidak persis sama, ada benarnya juga orang yang mengatakan bahwa situasi pada saat ini mirip dengan situasi pada tahun 2014 lalu. Di mana, Prabowo dan Jokowi, head to head. Pihak-pihak yang saat ini menyerang Prabowo tanpa…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Walau tidak persis sama, ada benarnya juga orang yang mengatakan bahwa situasi pada saat ini mirip dengan situasi pada tahun 2014 lalu. Di mana, Prabowo dan Jokowi, head to head. Pihak-pihak yang saat ini menyerang Prabowo tanpa ampun adalah mereka yang dulu tahun 2014, juga menyerang Prabowo, tanpa harus menyebutkan siapa dan dari kelompok mana.
Saya ulangi sekali lagi, tidak persis sama, tapi arahnya seperti akan dibuat ke arah itu. Ingat, tahun 2014 lalu itu, ada juga pihak-pihak yang bersama Prabowo, tapi seperti sengaja ingin "melemahkan" posisi Prabowo. Hal itu saat ini seperti juga terulang lagi. Tapi posisi Prabowo saat ini lebih baik daripada tahun 2014 lalu. Prabowo bisa lebih leluasa melihat semuanya dari atas.
Jadi, kalau Jokowi, Jusuf Kalla, Anies Baswedan, Surya Paloh, Megawati, termasuk SBY, tidak mendukung Prabowo, itu bukan sesuatu yang luar biasa. Termasuk, hampir tidak ada oligarki dan civil society yang tidak mendukung Prabowo, bahkan cenderung antipati dengan diksi-diksi yang kasar, itu juga bukan sesuatu yang luar biasa. Prabowo sudah terbiasa mendengar semuanya.
Bahkan, sejak 1998 Prabowo sudah mengalami nasib yang kurang lebih seperti itu. Oleh Soeharto ia bahkan, tak bisa menemui (sowan), dan oleh katakanlah pro-reformasi dianggap orang yang satu-satunya menanggung semua kesalahan Orde Baru. Prabowo berada pada situasi yang serba salah, bahkan dipersalahkan akibat kesalahan yang bisa jadi juga ia anggap sesuatu kesalahan.
Tapi, sekali lagi juga saya ulangi, posisi Prabowo saat ini berada di atas, yang bisa lebih leluasa melihat garak-gerik semuanya. Kalau dulu Prabowo terlihat marah dengan situasi, kalau saat ini Prabowo bisa lebih tenang dan dingin melihat situasi. Prabowo bisa mengulurkan tangan pada semuanya, tapi pada saat yang sama ia bisa juga menarik kapan saja ia mau.
Yang pasti tantangan Prabowo sebagai Presiden tidak ringan. Dari dalam dan dari luar sama beratnya. Ditambah pula perkembangan media sosial, yang dulu tidak pernah ada, kini seperti menjadi monster, kalau tidak hati-hati menyikapinya. Antara orang dan mesin sudah sulit dibedakan. Satu kesalahan diposting jutaan orang, maka bisa berubah menjadi jutaan kesalahan. Bahkan, yang tidak salah pun, bisa diubah menjadi kesalahan. Itulah yang harus dihadapi Prabowo tiap hari, bahkan tiap menit dan detiknya. (ERIZAL)
Berlangganan untuk mendapatkan keuntungan eksklusif:
https://www.facebook.com/erizal.sastra/subscribenow
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.