Prabowo Hadapi Risiko Jatuh
Direktur Vox Politica, Fadhly Alimin Hasyim, mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Bahlil Lahadalia berisiko dijatuhkan sebelum 1 Januari 2027. Kebijakan ekspor satu pintu dan pengaturan harga komoditas strategis memicu perlawanan kapitalis global serta oligarki.
FAKTANASIONAL.NET - Direktur Vox Politica, Fadhly Alimin Hasyim, menyampaikan pandangan penting mengenai arah kebijakan ekonomi nasional yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut disampaikan melalui sebuah video analisis politik yang menyoroti dinamika perdagangan internasional serta dampaknya terhadap kekuasaan pemerintah.
Pemerintah berencana menetapkan kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas unggulan seperti sawit, batubara, dan nikel. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku secara resmi pada tanggal 1 Januari 2027. Melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, negara akan memegang kendali penuh atas distribusi komoditas tersebut.
Fadhly menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional. Namun, ia juga memberikan catatan khusus agar unsur timah turut dimasukkan ke dalam sistem ekspor satu pintu tersebut. Mengingat posisi Indonesia sebagai pemasok besar timah dunia, langkah ini dinilai sangat krusial untuk menguasai pasar global.
Kebijakan berani ini diperkirakan akan memicu kemarahan dari para pelaku usaha dan trader internasional, khususnya dari Singapura. Selama ini, para trader luar negeri banyak menikmati keuntungan besar dari selisih harga komoditas ekspor Indonesia. Selain itu, pasar komoditas global seperti London, Malaysia, hingga bursa di Amerika dan China, dipastikan merasa terganggu.
Akibat dari kebijakan yang melawan dominasi kapitalis global ini, Fadhly memperingatkan adanya potensi ancaman serius. Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Bahlil Lahadalia dinilai menghadapi risiko besar berupa upaya penjatahan kekuasaan atau pelengseran sebelum tanggal 1 Januari 2027. Tekanan tersebut diklaim datang dari jaringan oligarki serta tatanan ekonomi kapitalis internasional.
Menghadapi situasi tersebut, Fadhly berpesan kepada seluruh elemen masyarakat, pemuda, dan mahasiswa agar memperkuat persatuan. Rakyat Indonesia diminta untuk terus mengawal dan menjaga pemerintahan yang sah dari berbagai bentuk intervensi asing maupun tekanan oligarki. [ayu]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.