Pramono Anung Perketat Izin Perjalanan Dinas ASN Jakarta: Kalau Tidak Bermanfaat, Tidak Saya Izinkan
FAKTANASIONAL.NET – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen penuh melakukan efisiensi anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Langkah ini diambil melalui pengurangan frekuensi perjalanan dinas serta penekanan biaya…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen penuh melakukan efisiensi anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Langkah ini diambil melalui pengurangan frekuensi perjalanan dinas serta penekanan biaya operasional kendaraan jabatan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Mendagri Nomor 800.1.5/3349/SJ mengenai Transformasi Budaya Kerja ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah, yang meminta kepala daerah membatasi penggunaan kendaraan dinas maksimal 50 persen.
"Untuk apa yang menjadi permintaan Mendagri mengenai efisiensi yang dilakukan di masing-masing daerah atau Provinsi Jakarta salah satunya, kami tentunya akan melakukan," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Pengawasan Ketat Perjalanan Dinas
Pramono menegaskan bahwa pengawasan terhadap perjalanan dinas, baik di lingkungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kini dilakukan jauh lebih selektif.
Ia memastikan akan meninjau secara mendalam setiap permohonan izin yang masuk ke mejanya.
"Untuk perjalanan dinas, kebetulan kalau yang harus mendapatkan persetujuan gubernur secara langsung, pasti saya lihat satu per satu. Kalau tidak memberikan manfaat bagi Jakarta, pasti tidak saya izinkan," tegas Pramono.
Kebijakan WFH dan Transportasi Gratis
Selain membatasi perjalanan dinas, Pemprov DKI juga mengoptimalkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN sebagai bagian dari efisiensi operasional. Menariknya, ASN yang sedang bertugas dalam skema WFH dilarang menggunakan kendaraan pribadi dan didorong untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang sudah disediakan secara cuma-cuma.
"Kalau dia mau naik transportasi umum apa pun bagi ASN di Jakarta mereka gratis. Sehingga dengan demikian tidak ada alasan untuk tidak memanfaatkan itu," ucapnya.
Pendapatan Pajak Triwulan I Melampaui Target
Di sisi lain, meski tengah melakukan pengetatan belanja, Pramono mengklaim performa pendapatan daerah tetap terjaga berkat berbagai kreativitas program untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Kami melakukan kreativitas berbagai hal yang kemudian Alhamdulillah pada triwulan pertama kemarin, pendapatan pajak kami bahkan lebih tinggi sedikit dibandingkan dengan target yang ada," jelas Pramono.
Melalui sinergi antara efisiensi belanja dan penguatan pendapatan pajak serta retribusi, Pemprov DKI optimistis stabilitas fiskal daerah akan tetap kuat di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.