Fakta Nasional

"Prank" Listrik Aceh: Janji Menteri ESDM Bahlil ke Presiden Prabowo Tak Terbukti di Lapangan

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Janji Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa 93% wilayah Aceh akan kembali menyala listrik pada Minggu malam (7/12) ternyata tidak terwujud. Sejumlah besar w…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 08 December 2025 📖 1 menit
"Prank" Listrik Aceh: Janji Menteri ESDM Bahlil ke Presiden Prabowo Tak Terbukti di Lapangan
Pemerintah tengah mengkaji teknologi kompor listrik generasi terbaru demi menekan impor LPG./(Instagram)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Janji Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa 93% wilayah Aceh akan kembali menyala listrik pada Minggu malam (7/12) ternyata tidak terwujud. Sejumlah besar wilayah, termasuk Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, dilaporkan masih mengalami pemadaman listrik total hingga Senin dini hari.

Presiden Prabowo sebelumnya menerima laporan tersebut saat meninjau lokasi di Bireuen. "Seluruh Aceh, 93 persen, malam ini Aceh semua nyala, Pak," ujar Bahlil dengan yakin. Namun, fakta di lapangan berbanding terbalik, memicu kekecewaan dan spekulasi dari warga.

Kekecewaan Warga di Tengah Kegelapan

Pemadaman listrik total ini membuat warga kecewa, apalagi setelah mendengar pernyataan optimis dari Istana. Syahril, warga Banda Aceh, secara blak-blakan menyebut kondisi ini sebagai "prank" terhadap Presiden. Sementara M. Dahlan dari Aceh Besar menyoroti bagaimana pernyataan pers yang disampaikan Presiden tidak sesuai dengan kenyataan gelap yang dialami masyarakat. Pemadaman ini menjadi fokus utama berita (What) yang terjadi di Aceh (Where) pada Minggu malam hingga Senin dini hari (When).

Beda Fakta Lapangan dan Laporan Resmi

Kesulitan pemulihan listrik di Aceh telah menjadi isu nasional. Pernyataan Bahlil yang kontradiktif dengan kondisi Banda Aceh dan Aceh Besar yang gelap gulita memunculkan pertanyaan tentang validitas laporan yang diterima Presiden (Why). Warga mempertanyakan (How) mengapa laporan resmi bisa meleset jauh dari fakta, yang membuat Presiden Prabowo menyampaikan informasi yang tidak akurat kepada publik. Situasi ini menunjukkan masih banyak tantangan dalam pemulihan infrastruktur listrik di provinsi tersebut.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK