Fakta Nasional

Presiden Prabowo Tinjau Langsung Karhutla Kalbar, DPW PURBAYA Apresiasi Respons Pemerintah

FAKTANASIONAL.NET - Kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meninjau langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) mendapat apresiasi dari masyarakat. Kunjungan tersebut dinilai menunjukkan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 23 August 2026 📖 2 menit
Presiden Prabowo Tinjau Langsung Karhutla Kalbar, DPW PURBAYA Apresiasi Respons Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat/Dok. Ist.
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meninjau langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) mendapat apresiasi dari masyarakat. 

Kunjungan tersebut dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melihat kondisi di lapangan sekaligus mendengarkan masukan dan laporan masyarakat terkait penanganan karhutla.

Ketua DPW PURBAYA INDONESIA Kalimantan Barat, Rizal Karyansyah, S.H., menyampaikan apresiasi atas langkah Presiden Prabowo Subianto yang hadir dan melihat langsung kondisi karhutla di Kalimantan Barat.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah hadir langsung melihat kondisi karhutla di Kalimantan Barat serta menerima masukan dari masyarakat. Kami berharap perhatian langsung dari Presiden dapat mendorong penanganan yang lebih cepat, konkret, terukur, dan berkelanjutan,” katanya, Sabtu 22 Agustus 2026.

Masyarakat Kalimantan Barat berharap kunjungan Presiden tidak berhenti pada peninjauan semata, tetapi segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla.

“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan transportasi. Karena itu, penanganannya membutuhkan langkah yang serius, terpadu, dan berkelanjutan,” ungkap Rizal. 

[caption id="attachment_68009" align="alignnone" width="250"] Presiden Prabowo Subinto saat meninjau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Povinsi Kalimantan Barat, Sabtu 22 Agustus 2026/Dok. Ist.[/caption]

Dampak Karhutla Terhadap Fungsi Ekologis Hutan. 

Rizal Karyansyah menilai, kebakaran hutan tidak hanya menghilangkan tutupan vegetasi dan merusak ekosistem, tetapi juga mengurangi kemampuan hutan dalam menyerap dan menyimpan karbon.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global (global warming)dan memperparah perubahan iklim serta meningkatkan risiko cuaca ekstrem di berbagai wilayah dunia. 

Karena itu, lanjut Rizal, penanganan karhutla harus dipandang sebagai persoalan yang tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga memiliki konsekuensi terhadap lingkungan dan iklim secara lebih luas.

“Dampak karhutla tidak boleh hanya dilihat dari kabut asap yang dirasakan masyarakat saat ini. Kerusakan hutan dan hilangnya fungsi hutan sebagai penyerap karbon juga merupakan persoalan serius bagi lingkungan dan keberlanjutan kehidupan di masa mendatang,” ujarnya.

DPW PURBAYA INDONESIA Kalimantan Barat berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat semakin diperkuat. Penanganan karhutla harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari pencegahan, deteksi dini, pemadaman, penegakan hukum, hingga pemulihan kawasan yang terdampak.

Kehadiran Presiden Prabowo di Kalimantan Barat dinilai menjadi momentum penting untuk mempercepat langkah penanganan karhutla sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dari dampak kabut asap dan kerusakan lingkungan.

“Kami berharap seluruh masukan dan laporan yang disampaikan masyarakat Kalimantan Barat dapat menjadi perhatian serius pemerintah dan segera diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan. Masyarakat membutuhkan solusi yang konkret, cepat, dan berkelanjutan agar persoalan karhutla tidak terus berulang setiap tahun,” pungkas Rizal.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK