Fakta Nasional

Proses Pemadaan Kebakaran di TPA Jatiwaringin Masuk Hari Kesembilan, BNPB: Capai 49 Persen dan Fokus Pemadaman

FAKTANASIONAL.NET - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengemukakan proses pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten memasuki hari ke-9. "Kolaborasi dari seluruh instansi yang ada ini…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 08 July 2026 📖 2 menit
Proses Pemadaan Kebakaran di TPA Jatiwaringin Masuk Hari Kesembilan, BNPB: Capai 49 Persen dan Fokus Pemadaman
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengemukakan proses pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten memasuki hari ke-9.

"Kolaborasi dari seluruh instansi yang ada ini menunjukkan kemajuan. Saat ini sudah mencapai 49 persen dan kita terus fokuskan untuk pendinginan," kata Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen TNI Djohan Darmawan, Rabu (8/7/2026).

Data 49% lahan yang telah dipadamkan ini berdasarkan hasil operasi pada Selasa (7/7/2026). Langkah ini terus diakomodasi demi melokalisasi dan memadamkan titik api melalui jalur darat dan operasi udara secara gabungan.

Petugas gabungan yang dimaksud adalah BNPB, kementerian terkait, pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga pihak swasta masih bergotong royong memadamkan api.

Untuk mengatasi kendala medan berat dan titik api yang tidak terjangkau oleh selang pemadam darat, BNPB mengerahkan armada helikopter untuk memperkuat penanganan dari udara.

"Kendala-kendala yang ada kita atasi dengan mendatangkan empat helikopter water bombing untuk menanggulangi sektor-sektor yang tidak bisa disentuh oleh pemadam kebakaran. Jadi, kita siram melalui udara," ucapnya.

Di sektor darat, tim juga membuat akses jalan terobosan di sisi utara dan selatan guna mempermudah pergerakan mobil pemadam kebakaran (mobil damkar).

Selain itu petugas menyiasati area ketinggian dengan membuat embung penampungan air yang disalurkan melalui enam hingga delapan lajur selang pemadam. Hal ini termasuk menyuntikkan cairan kimia khusus agar bara api dapat dikendalikan.

Strategi ofensif dari dua lini ini dinilai sangat efektif untuk mengepung titik api secara masif. Djohan menguraikan bahwa sinkronisasi kerja antara tim darat dan tim udara menjadi kunci utama dalam melakukan pendinginan area.

"Dari bawah ini kita berjalan, dari atas pun disiram juga untuk pendinginan mematikan api ini," tuturnya.

Dengan begitu sebaran api di permukaan TPA Jatiwaringin kini sudah berhasil diredam secara bertahap. Namun, tantangan utama di hari kesembilan ini bergeser pada penanganan kepulan asap tebal yang keluar dari bawah gunungan sampah.

Berdasarkan deteksi alat geotermal, material di dalam TPA masih menyimpan potensi panas yang tinggi dan memproduksi gas.

"Saat ini api di permukaan tidak kelihatan, namun ada asap yang keluar dari dalam tumpukan sampah. Dimungkinkan di dalamnya itu ada sumber panas karena mengandung gas," tambah Djohan.

Situasi ini yang membuat tim gabungan terus bersiaga melakukan penyiraman air secara konstan ke zona dalam sampah.

Menyoal penanganan jangka panjang melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), ujar Djohan Darmawan, telah berkoordinasi secara berkala dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak awal kejadian.

Namun, proses rekayasa cuaca hujan buatan tersebut belum dapat dieksekusi lantaran pertumbuhan awan potensial di atas kompleks TPA Jatiwaringin dan sekitarnya terpantau masih sangat minim.

“BNPB bersama BMKG terus memantau dinamika atmosfer dan menegaskan akan segera mengajukan izin penyemaian awan begitu kondisi meteorologis di wilayah tersebut mulai memenuhi syarat,” ujarnya. (adm)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK