Rafflesia harjatii: Bunga Misterius Puluhan Tahun
FAKTANASIONAL.NET - Selama puluhan tahun, para peneliti mengetahui keberadaan bunga Rafflesia tertentu di Kalimantan Timur. Tetapi mereka belum dapat memastikan: sebenarnya bunga itu termasuk spesies apa? Pertanyaan tersebut akhirnya memperoleh jawa…
FAKTANASIONAL.NET - Selama puluhan tahun, para peneliti mengetahui keberadaan bunga Rafflesia tertentu di Kalimantan Timur. Tetapi mereka belum dapat memastikan: sebenarnya bunga itu termasuk spesies apa?
Pertanyaan tersebut akhirnya memperoleh jawaban pada 2026.
Para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas Bengkulu mengidentifikasi bunga tersebut sebagai spesies baru dan memberinya nama Rafflesia harjatii.
Bunga itu ditemukan di kawasan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Secara geografis, kawasan tersebut menjadi semakin terkenal karena berada di sekitar wilayah pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Yang membuat kisah ini unik adalah ukurannya.
Rafflesia harjatii mempunyai diameter sekitar 17–22 sentimeter, sehingga relatif kecil dibandingkan sejumlah kerabat Rafflesia lainnya.
Namun ukuran bukan satu-satunya alasan ia disebut spesies baru.
Dalam ilmu taksonomi, sebuah organisme tidak dapat disebut spesies baru hanya karena bentuknya sedikit berbeda.
Peneliti harus membandingkan karakter morfologisnya dengan spesies lain.
Dalam kasus Rafflesia harjatii, penelitian dilakukan untuk membuktikan apakah bunga tersebut hanya variasi dari spesies yang sudah dikenal atau memang mempunyai identitas evolusioner tersendiri.
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan karakter yang cukup untuk menetapkannya sebagai spesies tersendiri.
Temuan tersebut kemudian dipublikasikan dalam jurnal Sains Malaysiana pada 2026. Penelitian melibatkan Ridha Mahyuni, Agus Susatya, Sudarmono, Dian Latifah, Willie Smits dan Arief Priyadi.
Yang membuat kisah ini semakin menarik adalah bahwa keberadaan bunga tersebut sebenarnya bukan benar-benar baru.
Menurut penelusuran ilmiah, keberadaannya telah diketahui sejak sekitar 1980-an di wilayah konsesi Sepaku. Namun status taksonominya selama bertahun-tahun belum jelas.
Dengan kata lain, bunga itu sudah ada.
Manusia sudah pernah melihatnya. Tetapi manusia belum tahu namanya.
Ini memberikan gambaran menarik tentang bagaimana pengetahuan ilmiah bekerja.
Sebuah organisme dapat hidup selama ribuan atau jutaan tahun tanpa membutuhkan manusia untuk memberinya nama.
Nama baru muncul ketika manusia mampu membuktikan identitas biologisnya.
Rafflesia harjatii juga memperlihatkan bahwa hutan Kalimantan masih menyimpan misteri.
Bahkan di wilayah yang kini menjadi pusat perhatian nasional karena pembangunan IKN, masih terdapat organisme yang belum sepenuhnya dipahami.
Penemuan tersebut bukan sekadar kabar bagus bagi dunia botani.
Ia juga menjadi peringatan.
Jika suatu spesies baru ditemukan, pertanyaan berikutnya adalah: seberapa luas wilayah hidupnya?
Jika hanya ditemukan di satu atau beberapa lokasi, maka ancaman terhadap habitatnya dapat menjadi ancaman langsung terhadap kelangsungan spesies tersebut.
Rafflesia juga mempunyai karakter biologis yang membuatnya sangat bergantung pada lingkungan.
Ia merupakan tumbuhan parasit dan membutuhkan tumbuhan inang.
Karena itu, kehilangan habitat dapat berarti kehilangan seluruh sistem kehidupan yang menopangnya.
Ada ironi menarik dalam cerita ini.
Rafflesia harjatii ditemukan di wilayah Kalimantan Timur yang sedang mengalami perubahan besar.
Di satu sisi, pembangunan membuka jalan, kawasan baru dan aktivitas manusia.
Di sisi lain, penelitian justru mengungkap bahwa kawasan tersebut mempunyai kekayaan hayati yang belum sepenuhnya diketahui.
Karena itu, setiap penemuan spesies baru sebenarnya seperti membuka halaman buku yang sebelumnya kosong.
Kita baru tahu satu nama.
Tetapi setelah nama ditemukan, masih ada pekerjaan panjang: mengetahui populasinya, persebarannya, habitatnya dan bagaimana melindunginya.
Rafflesia harjatii akhirnya mempunyai nama.
Namun misterinya belum selesai. Kita tunggu perkembangan info selanjutnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.