Fakta Nasional

Rusia Blokir Roblox, Tuding Sebarkan 'Propaganda Ekstremis' LGBT

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Rusia secara resmi memblokir akses ke platform game populer asal AS, Roblox. Badan pengawas komunikasi Rusia, Roskomnadzor, pada Jumat (5/12/2025) menuduh Roblox telah menyebarkan materi ekstremis dan pr…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 05 December 2025 📖 1 menit
Rusia Blokir Roblox, Tuding Sebarkan 'Propaganda Ekstremis' LGBT
Rusia Blokir Roblox, Tuding Sebarkan 'Propaganda Ekstremis' LGBT/(pixabay)
) -->

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Rusia secara resmi memblokir akses ke platform game populer asal AS, Roblox. Badan pengawas komunikasi Rusia, Roskomnadzor, pada Jumat (5/12/2025) menuduh Roblox telah menyebarkan materi ekstremis dan propaganda LGBT yang dianggap membahayakan perkembangan moral anak-anak.

Roblox, yang memiliki rata-rata 151,5 juta pengguna aktif harian secara global pada Kuartal III tahun ini, dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Juru bicara perusahaan menyampaikan bahwa Roblox selalu mematuhi aturan di setiap negara tempat mereka beroperasi, dan meyakini platformnya menyediakan ruang positif untuk belajar dan berkreasi.

Tindakan Keras Roskomnadzor

Roskomnadzor dikenal sering membatasi akses ke media dan platform asing yang dianggap melanggar hukum domestik Rusia. Pemblokiran ini terjadi di tengah pengetatan aturan terkait isu LGBT sejak 2023, di mana Rusia menetapkan "gerakan LGBT internasional" sebagai organisasi ekstremis. Roblox sebelumnya juga sempat diblokir di negara lain seperti Irak dan Turki karena isu predator daring.

Respons dan Dampak Global

Sikap tegas Rusia ini semakin memperjelas ketegangan digital antara Moskow dan perusahaan teknologi Barat. Sebelumnya, platform seperti Duolingo bahkan harus menghapus referensi terkait "hubungan seksual non-tradisional" setelah peringatan serupa. Pemblokiran Roblox menambah daftar platform Barat yang terdampak oleh kebijakan ketat Rusia, yang juga sempat mengancam untuk memblokir WhatsApp pada Agustus lalu.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK