Sepak Bola Indonesia Kembali Bikin Malu dengan Banyaknya Kerusuhan!!!!
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Olahraga sepak bola kembali bikin malu negara Indonesia. Selain lacur dan miskin prestasi, juga bikin rusuh! Kali ini kerusuhan suporter terjadi pada dua memen berbeda. Pertama, bentrok suporter usai laga Persija Jakarta…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Olahraga sepak bola kembali bikin malu negara Indonesia. Selain lacur dan miskin prestasi, juga bikin rusuh!
Kali ini kerusuhan suporter terjadi pada dua memen berbeda. Pertama, bentrok suporter usai laga Persija Jakarta vs Persib Bandung yang digelar di Bogor, Minggu (10/5/2026).
Usai laga yang dimenani Persib 1-2 itu, superter Jakmania dan Bobotoh terlibat bentrokan yang meluas, di Bogor dan Sukabumi.
Kedua, kerusuhan di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, pada Jumat (8/5/2026) setelah Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga playoff promosi ke liga super.
Kerusuhan mengakibatkan kerusakan fasilitas stadion, pembakaran belasan kendaraan, dan belasan orang diamankan.
Nah, kerusuhan yang membuat sepak bola Indonesia jelek ini mendapat banyak sorotan. Tentunya tak ketinggalan para anggota DPR, khususnya Komisi X yang membidangi Olahraga.
Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mendesak pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengevaluasi pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
"Kemenpora harus mengevaluasi pengurus PSSI, kalau ternyata kepengurusan hari ini dianggap tidak mampu menuntaskan persoalan sepak bola Indonesia," kata Lalu Hadrian kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 11 Mei 2027.
Legislator PKB ini menilai, kerusuhan antar suporter sepakbola di tanah air merupakan peristiwa berulang.
"Tentu ini tugas bagi PSSI supaya tidak terjadi lagi kerusuhan, pengrusakan stadion, dan sebagainya. Seperti di Jayapura, Persipura membakar Stadion Lukas Enembe," katanya.
Lalu Hadrian lantas menyinggung sanksi yang kurang tegas hingga menyebabkan kerusuhan terus terjadi.
"Ini sungguh sangat kita sayangkan sekali di saat kita lagi berbenah. PSSI harus mengambil tindakan tegas, entah itu diskorsing atau entah itu memberikan hukuman yang tegas kepada klub yang melakukan kerusuhan," tegasnya.
Atas dasar itu, Lalu meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga mengevaluasi kinerja PSSI. Kata dia, pengurus PSSI perlu dicopot apabila kerusuhan terus berulang.
"Tentu Kemenpora punya alasan, apakah itu mengganti atau melanjutkan, atau beberapa orang yang dianggap tidak mampu diganti," pungkas Lalu Irfani.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.