Fakta Nasional

Serupa Tapi Tak Sama: Ini 7 Perbedaan Matcha dan Green Tea yang Wajib Anda Tahu

FAKTANASIONAL.NET - pularitas minuman berbahan dasar teh terus melejit seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. Di antara berbagai jenis teh yang ada, green tea (teh hijau) dan matcha menjadi dua varian yang paling dig…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 12 June 2026 📖 3 menit
Serupa Tapi Tak Sama: Ini 7 Perbedaan Matcha dan Green Tea yang Wajib Anda Tahu
Apa saja perbedaan matcha dan green tea? Simak perbedaannya berikut ini!/Dok Verywell health

FAKTANASIONAL.NET - pularitas minuman berbahan dasar teh terus melejit seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. Di antara berbagai jenis teh yang ada, green tea (teh hijau) dan matcha menjadi dua varian yang paling digemari.

Sekilas, keduanya tampak identik karena sama-sama berwarna hijau dan berasal dari spesies tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis. Namun, tahukah Anda bahwa karakteristik keduanya ternyata jauh berbeda?

Melansir data dari Medical News Today dan Everyday Health, berikut adalah 7 perbedaan mendasar antara matcha dan green tea yang perlu Anda pahami sebelum mengonsumsinya secara rutin:

1. Proses Pengolahan yang Berbeda

Ini adalah perbedaan paling mendasar antara keduanya:

Baca Juga: Bocoran OnePlus 15T: Baterai Monster 7.000 mAh dan Snapdragon Elite

  • Green Tea: Daun teh langsung dipanen lalu segera dipanaskan untuk mencegah oksidasi, kemudian dikeringkan. Saat dikonsumsi, kita hanya meminum air hasil seduhan daunnya saja.

  • Matcha: Beberapa minggu sebelum panen, tanaman teh ditutup (diberi peneduh) untuk meningkatkan kadar klorofil dan asam amino L-theanine. Setelah dipanen, tulang daun dipisahkan, lalu daging daunnya digiling hingga menjadi bubuk halus. Jadi, saat minum matcha, Anda mengonsumsi seluruh bagian daun teh secara utuh.

2. Karakteristik Rasa dan Tampilan

Perbedaan fisik dan sensoris keduanya sangat mudah dikenali saat disajikan:

  • Green Tea: Memiliki warna kuning kehijauan hingga hijau muda jernih. Rasanya cenderung ringan, segar, sedikit sepat, dengan aroma khas dedaunan.

  • Matcha: Memiliki warna hijau tua yang sangat cerah dan pekat. Rasanya jauh lebih intens dan kuat, memadukan sensasi manis, pahit alami, serta rasa umami yang gurih. Karena rasa kuatnya ini, matcha sangat populer diolah menjadi matcha latte dengan campuran susu.

3. Kandungan Kafein

Bagi Anda yang sensitif terhadap kafein, faktor ini wajib diperhatikan sebelum memilih:

  • Green tea biasa hanya mengandung sekitar 11 hingga 25 miligram (mg) kafein per gram.

  • Matcha memiliki kadar kafein yang jauh lebih tinggi, yaitu sekitar 19 hingga 44 mg per gram (bahkan bubuk murninya bisa mengandung hingga 70 mg kafein). Hal ini terjadi karena seluruh bagian daun ikut larut ke dalam cangkir Anda.

4. Kadar Antioksidan

Meskipun keduanya dikenal sebagai gudang antioksidan (terutama zat katekin dan EGCG), matcha keluar sebagai pemenangnya. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa konsentrasi EGCG pada matcha bisa tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan teh hijau biasa. Antioksidan ini sangat krusial untuk menangkal stres oksidatif dan radikal bebas pemicu penyakit kronis.

5. Efek bagi Manfaat Kesehatan

Karena konsentrasi nutrisinya berbeda, dampak yang diberikan ke tubuh pun memiliki sedikit variasi:

  • Manfaat Green Tea: Sangat baik untuk mendukung kesehatan jantung, mengontrol kadar kolesterol, menjaga fungsi otak, serta merawat kesehatan usus dan gigi.

  • Manfaat Matcha: Memberikan efek yang serupa namun lebih kuat (concentrated). Matcha dinilai lebih efektif dalam meningkatkan fokus/konsentrasi kognitif, mengurangi tingkat stres, serta menekan peradangan di dalam tubuh.

6. Ritual dan Cara Penyajian

  • Menyajikan green tea sangat praktis, cukup menyeduh daun kering atau teh celup dengan air panas selama beberapa menit.

  • Menyajikan matcha membutuhkan alat khusus seperti pengocok bambu (chasen atau whisk) agar bubuknya larut sempurna dan tidak menggumpal dengan air panas. Selain itu, matcha sangat fleksibel untuk dijadikan bahan baku kue, smoothies, roti, hingga es krim.

7. Harga di Pasaran

Proses budidaya yang rumit (harus diteduhi sebelum dipanen) dan teknik penggilingan yang memakan waktu membuat matcha dibanderol dengan harga yang lebih mahal daripada teh hijau biasa. Harganya akan semakin tinggi jika Anda membeli kategori ceremonial grade (kualitas tertinggi yang umumnya digunakan sebagai minuman premium).

Baca Juga: Waspada ‘Lapar Mata’ saat Bukber, Berikut Hidangan yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK