Siasat Olahraga Nyaman di Bulan Ramadan: Mengapa Setelah Berbuka Jadi Waktu Terbaik?
FAKTANASIONAL.NET – Menjalankan ibadah puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Meski tubuh tidak mendapat asupan selama lebih dari 12 jam, kebugaran tetap bisa terjaga asalkan pemilihan waktu dan manajemen energinya tepat. Para ahli menilai, be…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Menjalankan ibadah puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak.
Meski tubuh tidak mendapat asupan selama lebih dari 12 jam, kebugaran tetap bisa terjaga asalkan pemilihan waktu dan manajemen energinya tepat.
Para ahli menilai, berolahraga setelah berbuka puasa merupakan opsi yang paling ideal dibandingkan waktu lainnya.Dokter spesialis kedokteran olahraga Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, Risky Dwi Rahayu, menjelaskan bahwa pada waktu tersebut, tubuh telah mendapatkan kembali "bahan bakar" yang hilang.
"Kalau dilakukan setelah berbuka, tubuh sudah punya energi dan cairan sehingga lebih siap untuk latihan," ujar Risky dalam jumpa pers melalui Zoom, Rabu (18/2), sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia.Meski energi sudah terisi, bukan berarti Anda bisa langsung memacu fisik sesaat setelah menyantap hidangan berat.
Melakukan aktivitas intensitas tinggi tepat setelah makan besar justru berisiko menimbulkan mual dan gangguan pencernaan, karena aliran darah masih berfokus pada proses cerna.
Risky menyarankan strategi makan bertahap, mulailah dengan takjil ringan dan air putih, lalu berikan jeda sekitar 45 menit hingga satu jam sebelum mulai bergerak.
Bagi mereka yang terbiasa melakukan latihan beban atau olahraga dengan beban kerja berat, waktu setelah berbuka adalah pilihan paling aman karena cadangan energi otot (glikogen) sudah terisi.
"Latihan dengan intensitas lebih tinggi, lebih baik dilakukan setelah berbuka dibanding sebelum berbuka," jelas Risky, dilansir dari CNN Indonesia.Agar olahraga malam tetap efektif dan tidak mengganggu kualitas tidur serta istirahat.
Bagi pengidap penyakit tertentu seperti diabetes atau hipertensi, serta ibu hamil dan menyusui, konsultasi medis tetap menjadi syarat utama sebelum memulai program latihan di bulan suci ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.