Fakta Nasional

Sorotan Tajam PSI: Sampah Ciputat-Serpong Tak Tuntas Hanya dengan Terpal

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Tangerang Selatan, Alexander Prabu, melayangkan kritik keras terhadap Pemerintah Kota Tangsel terkait penanganan tumpukan sampah di ruas jalan Ciputat hingga Serpong. Sampah yang hanya ditutup…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 16 December 2025 📖 1 menit
Sorotan Tajam PSI: Sampah Ciputat-Serpong Tak Tuntas Hanya dengan Terpal
Sorotan Tajam PSI: Sampah Ciputat-Serpong Tak Tuntas Hanya dengan Terpal/(instagram)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Tangerang Selatan, Alexander Prabu, melayangkan kritik keras terhadap Pemerintah Kota Tangsel terkait penanganan tumpukan sampah di ruas jalan Ciputat hingga Serpong.

Sampah yang hanya ditutup terpal dinilai sebagai solusi jangka pendek yang tidak menyentuh akar masalah. Alex menegaskan bahwa langkah ini dilakukan karena krisis TPA Cipeucang dan tidak akan memberikan solusi berkelanjutan. Ia mendesak Walikota untuk segera mengambil tindakan nyata guna menuntaskan persoalan sampah yang semakin mendesak, 16 Desember 2025.

Mendorong Kolaborasi Pengembang dan Daerah Lain

Alex Prabu meminta Pemkot Tangsel untuk tidak malu mengakui keterbatasan kapasitas penampungan sampah yang mencapai 1000 ton per hari. Solusi yang ditawarkan adalah melibatkan tiga pengembang besar di Tangsel agar bergotong royong menangani masalah ini. Selain itu, PSI juga mendesak kerja sama cepat dengan daerah lain untuk mencari lokasi penampungan sementara, seperti Kabupaten Tangerang atau area Bogor, sambil menunggu fasilitas PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2029.

Upaya Sementara Pemkot Meredam Bau

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Bani Khosyatullah, membenarkan bahwa penutupan sampah dekat flyover Ciputat dan Puskesmas Serpong dengan terpal adalah penanganan sementara. Upaya ini, yang disertai penyemprotan cairan ramah lingkungan, bertujuan untuk menekan dampak bau bagi warga sekitar. Meskipun demikian, kritikus seperti Alexander Prabu tetap menekankan perlunya solusi permanen dan strategis untuk mengatasi volume sampah yang terus meningkat.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK