Soroti Banjir Bandang Sukabumi, Legislator PKB Minta Evaluasi Total Aktivitas Pertambangan di Sekitar Wilayah Terdampak
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Fraksi PKB DPR RI, Zainul Munasichin, menyoroti bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi. Ia menduga bencana yang menyebabkan akses terputus di beberapa lokasi…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Fraksi PKB DPR RI, Zainul Munasichin, menyoroti bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi.
Ia menduga bencana yang menyebabkan akses terputus di beberapa lokasi ini dipicu oleh aktivitas pertambangan yang tak terkendali, sehingga merusak ekosistem dan lingkungan.
“Ini musibah yang patut dijadikan perhatian bersama. Banjir bandang yang terjadi di Sukabumi, khususnya di Kecamatan Pabuaran dan Kecamatan Sagaranten, sangat parah,” ujar Zainul, Kamis (05/12/2024).
Sebagai legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Barat IV, Zainul menyatakan keprihatinannya atas kondisi masyarakat terdampak yang saat ini membutuhkan bantuan mendesak.
Ia meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera turun tangan untuk membuka akses jalan yang terputus akibat banjir.
“BNPB memiliki alat berat yang bisa digunakan untuk membersihkan jalan dan membuka akses, sehingga bantuan bisa segera masuk ke lokasi bencana. Saat ini, masyarakat membutuhkan tenda, makanan, dan kebutuhan mendesak lainnya,” jelasnya.
Menurut Zainul, PKB telah mendirikan posko bencana untuk membantu para korban. Namun, distribusi bantuan mengalami kendala karena sulitnya akses.
“Kami dari PKB sudah turun tangan dengan mendirikan posko bencana, tetapi bantuan belum dapat disalurkan secara maksimal karena alat berat belum tersedia. Kami berharap BNPB segera bergerak,” ungkap Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB itu.
Zainul juga menyoroti dugaan aktivitas pertambangan yang merusak lingkungan sebagai salah satu penyebab utama banjir bandang.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tambang galian yang masif di wilayah selatan Sukabumi telah merusak hutan dan ekosistem, sehingga memperparah risiko bencana.
“Ekosistem rusak, hutan juga rusak. Ini harus dievaluasi oleh pemerintah daerah. Aktivitas pertambangan di Sukabumi Selatan perlu menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Zainul mendesak pemerintah daerah segera melakukan evaluasi total terhadap aktivitas pertambangan yang berlangsung di wilayah tersebut.
"Langkah ini penting untuk mencegah bencana serupa di masa mendatang dan menjaga kelestarian lingkungan di Sukabumi," pungkasnya.[dnl]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.