Strategi Banjarmasin Redam Fenomena Gangster Pelajar
FAKTANASIONAL.NET - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Mei 2026 di Kota Banjarmasin membawa refleksi mendalam bagi dunia pendidikan di Kalimantan Selatan. Di balik seremoni yang berlangsung, terselip tantangan besar mengenai degradas…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Mei 2026 di Kota Banjarmasin membawa refleksi mendalam bagi dunia pendidikan di Kalimantan Selatan.
Di balik seremoni yang berlangsung, terselip tantangan besar mengenai degradasi moral remaja yang kini terjebak dalam pusaran kekerasan dan fenomena gangster.
Sekolah kini dituntut tidak hanya sebagai pusat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membenteng karakter siswa dari pengaruh negatif lingkungan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, memberikan atensi serius terhadap maraknya aksi gangster yang melibatkan anak usia sekolah.
Menurutnya, fenomena ini merupakan akumulasi dari lemahnya pengawasan di lingkungan sekitar serta derasnya arus informasi tanpa filter di media sosial.
Sebagaimana dilansir melalui unggahan akun Instagram resmi Yamin pada 4 Mei 2026, Ryan menekankan bahwa peran sekolah harus diperkuat sebagai ekosistem yang aman dan nyaman guna mencegah anak-anak mencari identitas di tempat yang salah.
“Sekolah wajib menjadi wadah pembentukan karakter yang kokoh agar para pelajar memiliki daya tangkal terhadap budaya kekerasan,” tegas Ryan.
Ia juga menambahkan bahwa minimnya perhatian orang tua sering kali menjadi celah bagi remaja untuk bergabung dengan kelompok negatif demi mendapatkan pengakuan eksistensi.
Pemerintah Kota Banjarmasin kini tengah mengakselerasi berbagai langkah preventif untuk memitigasi risiko tersebut. Melalui penguatan literasi digital, kegiatan Pramuka, hingga implementasi Program 7
Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), sekolah diharapkan mampu mencetak generasi yang tangguh secara emosional dan peduli secara sosial.
Dengan pendekatan kolaboratif antara tenaga pendidik dan orang tua, visi untuk menciptakan masa depan pemuda yang cemerlang tanpa bayang-bayang kekerasan diharapkan dapat segera terwujud.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.