Sudah Males! Tak Ada yang Percaya Jokowi Siap Hadir Disidang
Orang sudah keburu tidak percaya saja bahwa Jokowi akan benar-benar hadir di depan persidangan nanti.
FAKTANASIONAL.NET - Bahkan, berita bagus pun orang sudah tidak bisa percaya lagi. Heran saya. Kemarin, kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun, mengabarkan bahwa Majelis Hakim PN Jakarta Timur, memerintahkah JPU agar pada sidang berikutnya, yakni 5 November, untuk menghadirkan pelapor Joko Widodo (alias Jokowi). Tanpa berpikir panjang, JPU mematuhi perintah itu.
Seharusnya, berita bagus ini disambut dengan suka cita. Bahwa kasus ijazah Jokowi akan menemui titik terang. Semua akan terbuka di depan Majelis Hakim, di muka persidangan yang berada di bawah sumpah. Iya katakan iya, tidak katakan tidak. Meski ada hukuman orang yang memberikan kesaksian palsu, tapi lebih berbahaya lagi hukuman Tuhan di Akhirat nanti.
Makanya, Refly Harun sebagai kuasa hukum Roy Suryo, kemarin juga mengaku bahwa akan membuat persiapan khusus untuk menyambut kehadiran Jokowi di depan persidangan nanti. Pertanyaan-pertanyaan harus dibuat tajam dan fokus terhadap ijazah Jokowi itu. Apalagi Refly Harun juga sudah mengaitkan ijazah Jokowi itu dengan sejarah hidup Jokowi secara rinci.
Momen kehadiran Jokowi itu harus dijadikan momentum untuk membongkar semua rahasia tanpa kehilangan fokus seperti bertengkar untuk hal-hal yang tidak perlu, yang bisa saja diciptakan oleh pihak JPU seperti dugaan Refly Harun sendiri bahwa ada yang sengaja mengganggu konsentrasi mereka. Sekali saja pihak Roy Suryo terjebak, maka selamanya ia akan menyesal. Sebab, bisa jadi ini adalah yang pertama dan terakhir kalinya bagi Jokowi hadir di persidangan.
Tapi, sayangnya, orang sudah keburu tidak percaya saja bahwa Jokowi akan benar-benar hadir di depan persidangan nanti. Mungkin karena rekam jejak Jokowi selama ini. Sen kiri belok kanan, sen kanan belok kiri. Sudah tapi belum. Kok tanya saya. Mana saya tahu. Dan lain sebagainya. Karena itu, wajar, orang skeptis atau tidak percaya Jokowi akan benar-benar hadir di persidangan nanti. Apalagi tanggal 5 November itu, masih satu pekan lagi. Masih bisa berubah. (ERIZAL)
Sumber: FB @Erizal.Sastra
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.