Tahura Banten, Sempurnakan Kawasan Anyer dan Carita Sebagai Destinasi Wisata Alam Terlangkap di Indonesia
Penanaman pohon disela-sela kegiatan kunjungan wisata jurnalis tim Forum Pimred Multimedia Indonesia di kawasan Tahura Banten, Kamis (17/7/2025)/zul-fkn.
Dengarkan Ringkasan
BANTEN, FAKTANASIONAL.NET - Kawasan wisata Pantai Carita dan Pantai Anyer, Provinsi Banten ternyata tak hanya terdapat spot wisata pantai. Kawasan ini ternyata menyimpan spot wisata lainnya yang lebih beragam. Kawasan itu bernama Taman Hutan Raya (Tahura), Pandeglang Banten.
Keberadaan Tahura Banten seakan menyempurnakan Pantai Carita dan Anyer sebagai kawasan wisata yang komplit di Indonesia. Pasalnya, selain pantai, Tahura menawarkan wisata flora dan fauna, Camping ground, wisata air terjun, serta hiking dengan spot-spot pemendangan yang sangat indah.
Keberadaan Pantai Carita, Pantai Anyer dan Tahura yang berada dalam satu lingkup ini, menjadikan tempat-tempat tersebut sebagai salah satu destinasi wisata dengan spot-spot yang paling lengkap di Indonesia yang berada dalam satu kawasan wisata.
Tahura Banten sendiri baru digadang-gadang sebagai destinasi wisata dalam beberapa tahun terakhir ini, sejak pengelolaan berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten. Kini kawasan ini menjadi salah satu pilar utama pengembangan daerah yang dicanangkan oleh Gubernur Banten.
Sebelumnya kawasan tersebut dikelola oleh Perum Perhutani. Namun, dengan adanya Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014, maka sejak 2014 kewenangan tersebut dialihkan ke pemerintah daerah, Provinsi Banten.
Dengan luas mencapai 2.471,51 hektare, Tahura Banten bukan hanya sekadar kawasan konservasi, tetapi juga ikon yang menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata alam dan edukasi yang menawan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten, Wawan Gunawan menyatakan, bahwa Tahura ini merupakan salah satu ikon yang akan menjadi pendapatan asli daerah (PAD) bagi Provinsi Banten.
"Kami juga sudah fokus kepada Tahura agar bisa masuk kedalam rencana strategis daerah," katanya saat menerima kunjungan wisata jurnalistik dari Tim Farum Pimred Multimedia Indonesia (FPMI) ke Tahura Banten, Kamis (17/7/2025).
Ia menambahkan bahwa, keunikan Tahura Banten, terletak pada lokasinya yang menjorok ke lautan, dengan pemandangan langka dibandingkan 40 Tahura lainnya di Indonesia.
"Salah satu keunikan Tahura ini, ada beberapa lokasi wisata yang memang berbeda dari 40 Tahura se-Indonesia, hanya di Banten yang menjorok ke lautan," jelasnya.
Pengelolaan Tahura Banten terbagi dalam tujuh blok yakni, Mataram, Levitasi, Koreksi, Pemanfaatan, dan dua blok baru yaitu khusus dan tradisional. Blok Khusus menampung sekitar 20 kepala keluarga yang telah menduduki area sebelum Tahura ditetapkan.
Menurutnya, jangka waktu sekitar 20 tahun ke depan pihaknya akan mengeluarkan warga tesebut dari kawasan Tahura Banten. Karena itu, pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Kehutanan terkait hal ini.
Sejarah Tahura Banten menunjukkan evolusi signifikan dari kawasan hutan produksi menjadi kawasan konservasi. Penetapan fungsi kawasan hutan terjadi pada tahun 2012, dan pada tahun 2014, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjuk Pemprov Banten untuk mengelola kawasan tersebut.
"Bedanya kalau kawasan produksi itu, kita boleh nanam dan boleh menebang. Nah, ketika dijadikan kawasan konservasi, kita diharus nanam, tapi tidak boleh nebang. Bahkan, tidak boleh mengambil satu apapun dari kawasan kita, karena kita sudah menjadi kawasan konservasi," terang Wawan.
Pada awalnya, luas pengelolaan adalah 1.595,9 hektare. Namun, dengan adanya Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 yang menarik kewenangan kehutanan dari kabupaten/kota ke provinsi, Pemprov Banten mengajukan perluasan.
Dikatakannya, pada saat itu, di tahun 2018, lalu di tahun 2022, pihaknya kembali diberikan kepercayaan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengelola kawasan perluasan. Saat itu ada sekitar 800 hektare, dan totalnya kini menjadi 2.471,51 hektare.
Wawan menyatakan, pengelolaan kawasan seluas ini bukanlah tugas yang mudah. Meski demikian, berkat kerja keras tim dan dukungan tiga seksi di UPTD (Tata Usaha, Perlindungan dan Rehabilitasi, serta Pengembangan), Tahura Banten berhasil menjaga keberlangsungan tanpa insiden berarti, bahkan di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan.
"Alhamdulillah sampai dengan saat ini di Tahura sejak tahun 2023, bulan Mei, dilantik oleh Pak Gubernur, Andra Soni di lokasi ini, belum ada insiden apapun. Termasuk, Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan), yang sekarang sedang trending topik kebakaran hutan dan lahan, di Tahura ini tidak ada insiden," tambahnya bangga.
Secara administratif, Tahura Banten meliputi beberapa desa di Kecamatan Carita, Jiput, dan Mandalawangi di Kabupaten Pandeglang, serta Desa Cibojong dan Kabuburi di Kabupaten Serang.
Selanjutnya kata Wawan, Tahura Banten menawarkan beragam potensi wisata dan edukasi. Di Blok Pemanfaatan, terdapat Pesanggrahan yang dulu sempat viral di media sosial.
Selain itu, ada juga camping ground dengan rumah pohon yang sering digunakan oleh pelajar. Potensi wisata lainnya termasuk Bendungan di Blok Susukan dan yang sedang booming adalah air terjun seperti Curug Gendang, Curug Putri, dan Carasingapan. Khusus untuk Curug Putri, kehadiran Gubernur Banten membawa dampak positif yang signifikan.
Seperti di tahun 2024, dikatakannya bahwa pada awalnya masuk ke kawasan ini orang bebas keluar masuk. Tetapi di tahun 2025, Pemprov Banten bersama dengan Komisi 2, melakukan kegiatan dengan menyusuri peraturan daerah, kemudian di tanggal 15 Februari 2024, kini telah kenakan tiket masuk.Penerapan tiket masuk, meskipun masih terjangkau di angka Rp 8.000, telah menunjukkan hasil yang luar biasa.
"Alhamdulillah di tahun 2022, kami pencapaiannya 100 persen kita murah untuk PAD-nya. Walaupun angkanya jangan dilihat angkanya, tetapi semangat kami dalam ingin berkontribusi ke kas daerah. Kalau tahun lalu, satu tahun itu jumlah kunjungan hanya 2.600 penunjuk. Tetapi setelah Pak Gubernur hadir kemarin, di bulan ini saja, jumlah kunjungan yang ada di kami itu sekitar 3.500," imbuhnya.
Wawan juga menyoroti keanekaragaman hayati di Tahura Banten. Berdasarkan data yang dimiliki, kurang lebih ada 100 lebih jenis meranti se-Indonesia di kawasan tersebut. Selain meranti, terdapat juga jenis jati, mahoni, dan tanaman langka seperti pohon Kaya yang memiliki potensi medis, salah satunya yakni bisa menekan perkembangan sel-sel tumor.
Tahura Banten juga menjadi lokasi ideal untuk kegiatan petualangan seperti hiking ke Gunung Tompo dan Puncak Gunung Melang, serta menjadi pusat edukasi konservasi. Berbagai kegiatan seperti camping, pelatihan bagi SMK Kehutanan, dan Bimtek Polairud Mabes Polri rutin diadakan di kawasan Tahura Banten.
Tahura juga berperan aktif dalam program penghijauan dengan menyemai bibit meranti dan membagikannya kepada para penggarap.
"Ke depannya memang Pak Gubernur rencananya mudah-mudahan seperti safari. Atau juga mungkin keinginan Pak Gubernur itu untuk dijadikan salah satu pelestarian pengguna yang mudah-mudahan di Banten ini belum ada kebun binatang. Penggunaan minimal ada, kebun binatang mini," ungkapnya Wawan menyampaikan visi dan ambisi Gubernur Banten untuk masa depan Tahura agar lebih dari sekadar hutan lindung.
Dengan keanekaragaman flora dan fauna, termasuk burung elang jawa, macan kumbang, dan macan tutul, Tahura Banten memiliki daya tarik yang tak terbantahkan.
"Kalau melihat burung-burung di sini harus sore, karena kalau flora faunanya di sini binatang-binatang salah satu, burung elang jawa memang ada di sini. Untuk hewan buasnya di sini ada di Macan Kumbang dan Macan Tutul," kata Wawan.
Wawan berharap kunjungan dari berbagai pihak, termasuk dari Forum Pimpinan Redaksi Multi Media Indonesia (FPRMI), dapat membantu mempromosikan Tahura Banten ke kancah nasional maupun internasional.
"Membawakan nanti ikon-ikon Tahura bisa dikenal di seluruh internasional atau nasional," harapnya.Selain itu, dukungan dari Komisi II DPRD Provinsi Banten juga sangat positif, dengan kunjungan rutin untuk monitoring dan pengawasan.
"Alhamdulillah, sementara ini kami di Tahura walaupun baru, tetapi mendapatkan respon yang sangat positif dari teman-teman Komisi 2 terkait dengan perkembangannya," tutur Wawan.Dengan segala potensi dan dukungan yang ada, Tahura Banten siap menjelma menjadi destinasi unggulan yang berkontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah dan pelestarian lingkungan di Provinsi Banten.[Zul/Boy]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.