Fakta Nasional

Tanah Bergerak di Bantargadung Sukabumi: 114 Rumah Rusak, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

​ FAKTANASIONAL.NET – Fenomena pergerakan tanah yang dipicu hujan deras sejak tengah pekan lalu meluluhlantakkan puluhan rumah di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Data terbaru hingga Jumat (6/3) mencatat sedikitnya 114 rumah m…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 08 March 2026 📖 1 menit
Tanah Bergerak di Bantargadung Sukabumi: 114 Rumah Rusak, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

​FAKTANASIONAL.NET – Fenomena pergerakan tanah yang dipicu hujan deras sejak tengah pekan lalu meluluhlantakkan puluhan rumah di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Data terbaru hingga Jumat (6/3) mencatat sedikitnya 114 rumah mengalami kerusakan, dengan mayoritas masuk dalam kategori rusak berat.

​Bencana yang melanda Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling ini memaksa 407 warga (120 KK) untuk meninggalkan rumah mereka.

Kondisi bangunan yang mulai retak dan struktur tanah yang tidak stabil dinilai terlalu berisiko untuk tetap ditempati.

​Rincian Kerusakan dan Dampak

​Berdasarkan data yang dihimpun, dampak pergerakan tanah ini meliputi:
  • ​70 unit rumah rusak berat
  • ​26 unit rumah rusak sedang
  • ​18 unit rumah rusak ringan
  • ​9 unit rumah terancam
​Selain sektor pemukiman, satu unit fasilitas pendidikan dan akses jalan utama di wilayah tersebut juga dilaporkan mengalami kerusakan signifikan, yang mengganggu mobilitas warga setempat.

​Status Tanggap Darurat Ditetapkan

​Menanggapi skala kerusakan yang meluas, Bupati Sukabumi resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Tanah Bergerak melalui SK Nomor 300.2.1/Kep 246-BPBD/2026.

Status ini berlaku selama tujuh hari sejak 4 Maret hingga 10 Maret 2026 untuk mempercepat distribusi bantuan dan koordinasi penanganan di lapangan.

​Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., dalam keterangannya menyebutkan bahwa Posko Tanggap Darurat telah didirikan untuk melayani total 475 jiwa yang terdampak.

​Kebutuhan Mendesak Pengungsi

​Hingga saat ini, tim gabungan dari BPBD, relawan, dan perangkat desa masih berupaya memenuhi kebutuhan dasar di pengungsian.

Sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan para penyintas meliputi:

  1. ​Bahan logistik dapur umum.
  2. ​Pasokan air bersih.
  3. ​Perlengkapan bayi dan lansia.
  4. ​Peralatan tidur (matras dan selimut).
​Pemerintah menghimbau masyarakat yang tinggal di zona rawan pergerakan tanah untuk tetap waspada, terutama jika hujan turun dengan durasi lama.

Warga diminta segera melakukan evakuasi mandiri jika melihat retakan baru pada dinding rumah atau permukaan tanah di sekitar tempat tinggal mereka.

 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK