Terjebak Bencana: Kisah Pilu Warga Takengon Gagal Pulang Akibat Akses Lumpuh
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Seorang warga Takengon, Aceh Tengah, Juryati, harus menunda kepulangannya dari Jakarta dan kini terjebak di Banda Aceh sejak akhir November 2025. Penundaan ini terjadi akibat banjir dan longsor besar yang melumpuhkan sel…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Seorang warga Takengon, Aceh Tengah, Juryati, harus menunda kepulangannya dari Jakarta dan kini terjebak di Banda Aceh sejak akhir November 2025. Penundaan ini terjadi akibat banjir dan longsor besar yang melumpuhkan seluruh akses darat menuju Aceh Tengah, beberapa hari setelah ia berangkat untuk urusan pekerjaan pada 24 November.
Akses menuju kampung halaman Juryati, termasuk lintasan Bireuen–Takengon, terputus total karena sejumlah jembatan penghubung runtuh. Kondisi ini diperparah oleh pembatasan akses untuk prioritas logistik dan jalur alternatif melalui Medan yang juga tidak memungkinkan akibat longsor. Juryati mengaku khawatir dengan keluarganya, meski mereka memastikan kondisi di sana baik-baik saja.
"Keluarga di Takengon bilang kondisinya baik–baik saja, tetapi saya tetap khawatir karena mereka tidak ingin memberatkan pikiran saya. Perbaikan jembatan masih berlangsung,” kata Juryati kepada media, Senin (8/12/2025).
Hambatan Infrastruktur dan Isolasi Wilayah
Berdasarkan laporan BNPB, bencana alam ini telah berdampak pada lebih dari 295 desa di Aceh Tengah, dengan banyak kawasan yang kini masih terisolasi. Upaya perbaikan infrastruktur, seperti pemasangan jembatan darurat pada Jembatan Teupin Mane, masih berlangsung. Kerusakan ini tidak hanya menghambat pergerakan warga, tetapi juga mengganggu distribusi logistik vital.
Krisis Layanan Publik Belum Tuntas
Selain jalan utama yang lumpuh, masyarakat di beberapa kecamatan juga menghadapi krisis layanan publik. Jaringan listrik, air bersih, dan komunikasi belum pulih sepenuhnya, menambah tantangan bagi ribuan warga yang terdampak. Kondisi ini membuat Juryati dan ribuan orang lain harus bersabar menanti pemulihan akses total agar kehidupan di Aceh Tengah kembali normal.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.