Fakta Nasional

Terjebak Bencana: Kisah Pilu Warga Takengon Gagal Pulang Akibat Akses Lumpuh

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Seorang warga Takengon, Aceh Tengah, Juryati, harus menunda kepulangannya dari Jakarta dan kini terjebak di Banda Aceh sejak akhir November 2025. Penundaan ini terjadi akibat banjir dan longsor besar yang melumpuhkan sel…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 09 December 2025 📖 1 menit
Terjebak Bencana: Kisah Pilu Warga Takengon Gagal Pulang Akibat Akses Lumpuh
PMI Desak Pemerintah Ambil "Langkah Luar Biasa" Tangani Banjir Aceh: Prioritas Komunikasi dan Logistik/(Instagram)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Seorang warga Takengon, Aceh Tengah, Juryati, harus menunda kepulangannya dari Jakarta dan kini terjebak di Banda Aceh sejak akhir November 2025. Penundaan ini terjadi akibat banjir dan longsor besar yang melumpuhkan seluruh akses darat menuju Aceh Tengah, beberapa hari setelah ia berangkat untuk urusan pekerjaan pada 24 November.

Akses menuju kampung halaman Juryati, termasuk lintasan Bireuen–Takengon, terputus total karena sejumlah jembatan penghubung runtuh. Kondisi ini diperparah oleh pembatasan akses untuk prioritas logistik dan jalur alternatif melalui Medan yang juga tidak memungkinkan akibat longsor. Juryati mengaku khawatir dengan keluarganya, meski mereka memastikan kondisi di sana baik-baik saja.

"Keluarga di Takengon bilang kondisinya baik–baik saja, tetapi saya tetap khawatir karena mereka tidak ingin memberatkan pikiran saya. Perbaikan jembatan masih berlangsung,” kata Juryati kepada media, Senin (8/12/2025).

Hambatan Infrastruktur dan Isolasi Wilayah

Berdasarkan laporan BNPB, bencana alam ini telah berdampak pada lebih dari 295 desa di Aceh Tengah, dengan banyak kawasan yang kini masih terisolasi. Upaya perbaikan infrastruktur, seperti pemasangan jembatan darurat pada Jembatan Teupin Mane, masih berlangsung. Kerusakan ini tidak hanya menghambat pergerakan warga, tetapi juga mengganggu distribusi logistik vital.

Krisis Layanan Publik Belum Tuntas

Selain jalan utama yang lumpuh, masyarakat di beberapa kecamatan juga menghadapi krisis layanan publik. Jaringan listrik, air bersih, dan komunikasi belum pulih sepenuhnya, menambah tantangan bagi ribuan warga yang terdampak. Kondisi ini membuat Juryati dan ribuan orang lain harus bersabar menanti pemulihan akses total agar kehidupan di Aceh Tengah kembali normal.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK