Fakta Nasional

Terkuak! Tragedi Berdarah Tumbang Kalemei, Tiga Polisi Diduga Disiksa Secara Brutal Sebelum Dibuang ke Sungai

FAKTA GROUP – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bersama Polda Kalimantan Tengah mengungkap fakta baru di balik tragedi berdarah yang menewaskan tiga personel Polres Katingan saat menjalankan operasi pengungkapan kasus narkotika di Desa Tumbang…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Yusvan Connery Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 08 July 2026 📖 2 menit
Terkuak! Tragedi Berdarah Tumbang Kalemei, Tiga Polisi Diduga Disiksa Secara Brutal Sebelum Dibuang ke Sungai
Oplus_16908288
) -->

FAKTA GROUP– Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bersama Polda Kalimantan Tengah mengungkap fakta baru di balik tragedi berdarah yang menewaskan tiga personel Polres Katingan saat menjalankan operasi pengungkapan kasus narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Dalam konferensi pers di Mapolda Kalimantan Tengah, Selasa 7 Juli 2026, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan dan Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam memaparkan kronologi awal hingga temuan penyelidikan yang mengarah pada dugaan adanya penyiksaan terhadap ketiga anggota Polri sebelum mereka meninggal dunia.

Kapolda menjelaskan, insiden bermula saat tim melakukan penggerebekan di rumah yang menjadi target operasi.

Kedatangan petugas mendapat perlawanan dari terduga pelaku beserta keluarga dan jaringan yang berada di sekitar lokasi.

Situasi semakin memanas ketika kelompok tersebut berteriak menuduh polisi sebagai "perampok" sambil mengacungkan senjata tajam, sehingga memancing warga berdatangan ke lokasi.

Demi menghindari jatuhnya korban dari masyarakat, personel memutuskan mundur dan menyelamatkan diri dengan melompat ke sungai. Sebagian anggota berenang menjauh dari lokasi, sementara seorang personel memilih bersembunyi di sekitar tempat kejadian.

Namun upaya penyelamatan itu justru diikuti pengejaran oleh kelompok pelaku. Menurut Kompolnas, para anggota polisi yang telah berenang sekitar 400 meter sempat berkumpul di tepian sungai dan menyadari beberapa rekannya mengalami luka.

Tidak lama kemudian mereka kembali dikejar dari dua arah, baik melalui jalur darat maupun menggunakan perahu kelotok.

Dalam pengejaran tersebut, salah seorang pelaku diduga melepaskan tembakan menggunakan senjata api laras panjang hingga mengenai seorang personel.

Dalam kondisi terdesak, para anggota kembali menceburkan diri ke sungai. Sejak saat itu rombongan terpisah, di mana dua anggota hanyut mengikuti arus, sedangkan seorang lainnya berhasil menyeberang.

Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam mengungkapkan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan dugaan kuat bahwa ketiga korban mengalami penganiayaan sebelum meninggal dunia.

Dugaan tersebut didasarkan pada hasil autopsi yang menemukan sejumlah luka akibat benturan benda tumpul, retak tulang, hingga cedera pada tengkorak serta adanya resapan darah di bawah jaringan kulit yang mengindikasikan korban masih hidup ketika mengalami kekerasan.

Kompolnas juga menyebut telah mengidentifikasi sedikitnya lima titik lokasi yang diduga berkaitan dengan rangkaian peristiwa tersebut.

Temuan itu memperkuat dugaan bahwa aksi kekerasan tidak hanya terjadi di lokasi penggerebekan, tetapi berlangsung di beberapa titik sebelum jasad para korban akhirnya ditemukan di aliran sungai.

Sementara itu, Kapolda Kalteng mengungkapkan penyidik telah mengamankan sejumlah saksi yang memberikan keterangan penting. Salah satu saksi menyebut ada pelaku yang mengaku telah "menghabisi" anggota Polri setelah kembali ke rumahnya.

Keterangan tersebut kini menjadi bagian dari alat bukti yang terus didalami penyidik.

Kompolnas menilai kelompok pelaku diduga merupakan jaringan peredaran narkotika yang terorganisir dan memiliki hubungan kekeluargaan.

Sejumlah pelaku utama disebut merupakan residivis dengan rekam jejak kriminal yang cukup panjang.

Hingga kini, pihak Polda Kalimantan Tengah, dan Polres Katingan di BackUp langsung dari Mabes Polri, untuk masih terus memburu seluruh pelaku yang diduga terlibat dalam Tragedi Berdarah Desa Tumbang Kalemei.

Para pelaku yang terlibat dalam penyerangan terhadap personel Polri tersebut tetap di buru, sekaligus mengusut tuntas kasus yang menjadi perhatian nasional tersebut.(Van)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK