Fakta Nasional

Tinjau Fasilitas Pendidikan di Jakarta dan Surabaya, Tim Vanuatu Sebut Indonesia Tujuan Studi Ideal

FAKTANASIONAL.NET — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra bersama Kementerian Luar Negeri RI memfasilitasi kunjungan Tim Penilaian Beasiswa Kementerian Pendidikan Vanuatu ke Jakarta dan Surabaya pada 5–11 Juli 2026 lalu. Kunjungan lapang…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 22 July 2026 📖 2 menit
Tinjau Fasilitas Pendidikan di Jakarta dan Surabaya, Tim Vanuatu Sebut Indonesia Tujuan Studi Ideal
Delegasi Tim Penilaian Beasiswa Kementerian Pendidikan Vanuatu didampingi perwakilan KBRI Canberra saat berkunjung ke salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia./Dok. Kemdiktisaintek

FAKTANASIONAL.NET — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra bersama Kementerian Luar Negeri RI memfasilitasi kunjungan Tim Penilaian Beasiswa Kementerian Pendidikan Vanuatu ke Jakarta dan Surabaya pada 5–11 Juli 2026 lalu.

Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kualitas pendidikan tinggi, fasilitas kampus, serta lingkungan belajar di Indonesia guna memperkuat kerja sama pendidikan kedua negara.

Setelah menempuh perjalanan udara lebih dari 12 jam dari Port Vila dan meninjau Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta tiga perguruan tinggi terkemuka—Universitas Negeri Jakarta (UNJ), IPB University, dan Universitas Airlangga (UNAIR)—tim penilai Vanuatu memberikan apresiasi tinggi terhadap standar pendidikan nasional.

"Secara keseluruhan, tim menaruh kepercayaan terhadap sistem pendidikan tinggi Indonesia serta komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional," ungkap Ketua Tim Penilaian Beasiswa Kementerian Pendidikan Vanuatu, Joe Gideon.

Antusiasme pelajar Vanuatu untuk menempuh pendidikan di Indonesia sendiri terus menunjukkan peningkatan signifikan.

Baca Juga: Sepuluh Pelajar Berprestasi Raih Kuota Beasiswa Internasional di Kalbar Menuju Kampus Tiongkok

Pada tahun 2026, sebanyak 17 pelajar Vanuatu berhasil meraih Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan The Indonesian AID Scholarship (TIAS) dari Pemerintah Indonesia.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Prof. Yuli Rahmawati, menyambut positif perkembangan ini.

"Ini merupakan tren yang sangat menggembirakan. Jumlah pelajar Vanuatu yang diterima tahun ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya," jelas Prof. Yuli.

Dukungan penuh juga disampaikan Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek, Prof. Mukhamad Najib, saat menerima delegasi di Jakarta. Ia berharap kemitraan antara perguruan tinggi di Indonesia dan Vanuatu dapat terus diperluas pada masa mendatang.

Tepis Persepsi Miring, Puji Keamanan dan Kualitas Kampus

Kunjungan langsung ini sekaligus mengubah persepsi delegasi Vanuatu mengenai kondisi sosial dan keamanan di Indonesia yang sebelumnya kerap terpengaruh oleh narasi di media sosial.

salah satu anggota tim penilai, Esneth Esika, mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat, keteraturan fasilitas umum, serta kualitas infrastruktur pendidikan yang mereka jumpai.

"Sebelumnya, kami hanya melihat Indonesia melalui media sosial, yang terkadang menggambarkannya sebagai negara yang kurang aman dan diwarnai konflik. Kondisi perguruan tinggi yang kami kunjungi jauh melampaui ekspektasi kami," ujar Esneth.

Ia menambahkan bahwa selain ditunjang laboratorium modern dan suasana akademik yang kondusif, Indonesia terbukti menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pelajar asing.

"Kami merasa sangat aman saat berada di jalan. Ketika seseorang membutuhkan pertolongan, masyarakat dengan sigap datang membantu," puji Esneth.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK