Fakta Nasional

Anak Diare, Kapan Harus ke Dokter? Kenali Dulu Cara Penanganan Awal di Rumah

LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Diare masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang paling sering dihadapi oleh anak-anak, terutama pada usia balita. Meskipun terkadang dianggap sebagai penyakit ringan, diare yang tidak mendapatkan penanganan yan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: admin Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 01 August 2025 📖 2 menit
Anak Diare, Kapan Harus ke Dokter? Kenali Dulu Cara Penanganan Awal di Rumah
Perawat Dewi Ismirna Hasanah saat memberikan edukasi mengenai cara penanganan diare pada anak kepada pengunjung di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Kamis (31/7/2025). Foto: HO/Faktanasional.net

LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Diare masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang paling sering dihadapi oleh anak-anak, terutama pada usia balita.

Meskipun terkadang dianggap sebagai penyakit ringan, diare yang tidak mendapatkan penanganan yang benar dapat berujung pada dehidrasi berat dan bahkan mengancam nyawa sang buah hati.

Oleh karena itu, pengetahuan mengenai penanganan diare pada anak di rumah menjadi sangat vital bagi setiap orang tua.

Baca Juga: Mengapa Vaksin Booster Krusial untuk Perlindungan Maksimal?
Seorang ahli keperawatan, Dewi Ismirna Hasanah, menyoroti krusialnya peran orang tua dalam memberikan pertolongan pertama di rumah sebelum memutuskan untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan.

Menurutnya, tindakan cepat dan tepat di rumah adalah kunci utama untuk mencegah kondisi anak memburuk.

Saat memberikan sesi edukasi kesehatan kepada pasien dan pengunjung di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak pada hari Kamis (31/7/2025), ia membagikan panduan penting.

“Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencegah dehidrasi,” ujarnya memulai penjelasan.
Ia menekankan bahwa anak yang sedang diare harus terus mendapatkan asupan cairan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang secara masif.
Baca Juga: Kaki Dingin? Waspadai, Bisa Jadi Ini Penyebab Medisnya
Pemberian makanan juga tidak boleh dihentikan agar anak tetap memiliki energi.
“Selain itu, jangan hentikan pemberian makanan. Berikan makanan yang lunak dan mudah dicerna seperti bubur, pisang, atau sup. Orang tua juga perlu memantau tanda-tanda dehidrasi seperti bibir kering, mata cekung, anak tampak lemas, tidak mau makan atau minum, serta jarang buang air kecil,” jelasnya secara rinci.
Dewi juga mengingatkan bahwa faktor kebersihan memegang peranan penting agar diare tidak semakin parah.

Ia menyarankan untuk selalu menjaga kebersihan tangan, baik orang tua maupun anak, serta memastikan kebersihan makanan dan peralatan makan yang digunakan.

Penanganan yang cepat dan tepat, lanjut Dewi, dapat mencegah komplikasi serius.

Orang tua diimbau untuk tidak panik selama mengikuti panduan yang ada, karena kepanikan seringkali membuat penanganan menjadi tidak optimal.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, ia juga menyarankan penerapan beberapa kebiasaan sehat di lingkungan keluarga.

“Biasakan anak mencuci tangan sebelum makan, pastikan makanan yang dikonsumsi matang dan air minum bersih, jaga kebersihan lingkungan, serta berikan vaksin rotavirus sesuai jadwal imunisasi,” pungkasnya.
Dengan demikian, penanganan diare pada anak yang sigap di rumah bukan hanya meringankan gejala, tetapi juga menjadi benteng pertahanan pertama untuk melindungi anak dari risiko komplikasi yang lebih berbahaya.
Baca Juga: Ambeien di Usia Muda: Penyebab dan Cara Mencegahnya
(*Red)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK