Fakta Nasional

Tips Sederhana Atasi GERD yang Kambuh Pasca Hari Raya Lebaran

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Usai Lebaran biasanya banyak orang yang sering mengeluhkan rasa tidak nyaman di bagian perut sampai ke dada yang disertai rasa mual. Gejala tersebut dikenal juga dengan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yaitu penyak…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 09 April 2025 📖 2 menit
Tips Sederhana Atasi GERD yang Kambuh Pasca Hari Raya Lebaran
Foto ilustrasi Tips Kesehatan/Allianz.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Usai Lebaran biasanya banyak orang yang sering mengeluhkan rasa tidak nyaman di bagian perut sampai ke dada yang disertai rasa mual. 

Gejala tersebut dikenal juga dengan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yaitu penyakit yang berkaitan dengan produksi asam lambung. 

Gejala ini sangat rentan terjadi pasca-Lebaran karena perubahan pola makan pasca berpuasa. 

Selama berpuasa, kebiasaan makan cenderung teratur, baik dari segi waktu dan jumlah makan, namun saat dan setelah Idul Fitri, pola dan menu makan cenderung berantakan. 

Akibatnya beberapa gejala GERD seperti sensasi terbakar/nyeri di dada setelah makan, kembung, kesulitan menelan, sensasi ada benjolan di tenggorokan, muncul dan menyebabkan ketidaknyamanan. 

Guna meringankan kondisi lambung yang tidak nyaman tersebut, dr. Maya Wardhani, Provider Credentialing & Claim Cashless Medical Advisor Allianz Life Indonesia menyarankan beberapa tips sederhana yang memudahkan penanganan GERD yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Berikut beberapa tips sederhana dan mudah tersebut: 

1. Mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan air tinggi dan serat, diantaranya seperti pisang, lidah buaya, dan oatmeal. 

Pisang termasuk buah dengan keasaman netral, yang efektif menetralkan asam lambung. Lidah buaya memiliki sifat anti radang yang dapat mengurangi produksi asam lambung. 

Sementara, oatmeal merupakan sumber serat yang baik untuk mengurangi kadar asam lambung. 

2. Mengkonsumsi air putih hangat. Air putih hangat berfungsi mengencerkan asam lambung yang dibutuhkan tubuh untuk memecah dan menyerap nutrisi dari makanan, meredakan gejala nyeri, kembung dan melancarkan pencernaan. 

3. Makanlah dengan porsi kecil. Menjaga konsumsi makanan yang seimbang dan tidak berlebihan dapat mengurangi peningkatan asam lambung. 

Selain itu, dengan menjaga berat badan agar tetap ideal dapat mengurangi kadar lemak yang berlebihan pada area perut sehingga tidak menimbulkan tekanan yang dapat memicu GERD. 

4. Menghindari makanan dan minuman yang dapat memicu produksi asam lambung dan memperburuk GERD. 

Seperti makanan yang berlemak, asam dan pedas, serta minuman bersoda, kopi, cokelat serta minuman yang mengandung mint. 

5. Menghindari berbaring setelah makan. Berbaring setelah makan dapat meningkatkan gejala dispepsia seperti rasa tidak nyaman di perut, kembung dan mual. 

Karena pada tubuh dengan posisi horizontal dapat memperlambat pergerakan makanan ke usus sehingga proses penyerapan nutrisi di usus halus terganggu. 

6. Mengonsumsi Antasida. Antasida merupakan salah satu obat over the counter yang dapat digunakan untuk menetralkan asam lambung dan mengurangi rasa tidak nyaman pada perut. 

"Hal yang paling penting ketika perut sudah terasa tidak nyaman adalah dengan tidak langsung panik karena kondisi GERD bisa dikelola dengan perubahan gaya hidup dan pola makan yang tepat dan menerapkan langkah pengobatan mandiri seperti tips di atas," kata dr. Maya. 

"Namun apabila gejala GERD tidak membaik dan berlangsung lama hingga semakin parah seperti kesulitan bernapas dan terasa nyeri dada, maka kamu perlu berkonsultasi dengan dokter," tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, penderita juga dapat menggunakan pelayanan telekonsultasi online yang tersedia selama 24 jam serta dapat terhubung dengan berbagai dokter ahli pada saluran pencernaan atau Gastroenterologi. 

Beberapa Tips di atas diharapkan dapat membantu masyarakat untuk segera pulih dan kembali sehat secara mudah dan cepat. 

"Dengan beberapa tips sederhana tersebut, Allianz Indonesia memiliki kepedulian dan mendukung masyarakat untuk dapat terus beraktivitas dengan tidak lupa memerhatikan kesehatan pencernaan yang merupakan bagian penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh," pungkas dr.Maya.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK