TNI Bungkam Kabar Hoaks yang Disebar OPM atas Tewasnya Dua Anak Buah Wariambo Wandikbo
Keduanya tewas dalam adu tembak dengan Satgas Rajawali VI Koops Habema yang berada di bawah kendali Kogabwilhan III, di sekitar Kampung Nonggoloid, Kenyam Komplek, Papua Pegunungan.
FAKTANASIONAL.NET - Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, membeberkan fakta dan bukti-bukti bahwa dua orang yang tewas ditembak pasukan TNI adalah anggota dari Wakil Komandan Operasi atau Wadan Ops TPNPB OPM Batalyon Wesem Kodap III Ndugama pimpinan Wariambo Wandikbo yang dikenal kejam dan raja tega.
Penegasan Letjen TNI Lucky Avianto ini sekaligus membantah kabar Hoaks yang disebar pihak OPM bahwa dua orang tewas di sekitar Kampung Nonggoloid, Kenyam Komplek, Papua Pegunungan sebagai warga sipil. Kabar bohong itu disebar OPM melalui berbagai platform media sosial.
Letjen Lucky menyebut berdasarkan info dan data valid dari Badan Intelijen Negara atau BIN, dua anggota OPM bernama Keli Giban dan Cat Giban adalah anggota dari Wakil Komandan Operasi atau Wadan Ops TPNPB OPM Batalyon Wesem Kodap III Ndugama pimpinan Wariambo Wandikbo, yang terkenal sangat sadis, hingga dijuluki si Raja Tega oleh masyarakat Papua, khususnya warga Kenyam, Papua Pegunungan.
Keduanya tewas dalam adu tembak dengan Satgas Rajawali VI Koops Habema yang berada di bawah kendali Kogabwilhan III, di sekitar Kampung Nonggoloid, Kenyam Komplek, Papua Pegunungan.
Sebelum peristiwa tersebut terjadi, pasukan TNI sudah berupaya meminta mereka untuk menyerah, namun imbauan ini dijawab dengan tembakan peluru tajam secara membabi buta ke arah pasukan TNI, yang ditembakkan oleh Keli Giban dan Cat Giban bersama empat orang anggota OPM lainnya.
Momen keduanya saat menyiapkan senjata miliknya lalu menyerang pasukan terekam jelas oleh drone yang memantau pergerakan pasukan TNI, khususnya operasi penangkapan anggota Batalyon Wesem Kodap III Ndugama pimpinan Wariambo Wandikbo.
Dari lokasi, pasukan TNI menemukan sejumlah barang bukti, antara lain uang tunai puluhan juta rupiah, senapan angin modifikasi yang dapat menembakkan peluru tajam, empat kotak amunisi, berbagai jenis senjata tajam, dan bendera Bintang Kejora.
Atas fakta itulah, Letjen Lucky memastikan klaim atau pernyataan OPM bahwasanya keduanya adalah warga sipil adalah hoaks, dan hoaks atau fitnah seperti ini selalu dilakukan oleh OPM untuk membuat stigma negatif terhadap TNI.
Letjen Lucky menegaskan, dalam mengambil tindakan tegas berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku, sesuai dengan Rules of Engagement (ROE), pasukan Satgas TNI terlebih dahulu memastikan bahwa sasaran tembak mereka adalah OPM, khususnya mereka yang terlihat memegang senjata.
Seluruh tindakan prajurit TNI dipastikan profesional dan menjunjung tinggi hukum serta HAM, mengingat personel TNI senantiasa mengedepankan prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto, di mana keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, sehingga TNI tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas dan terukur ketika berhadapan dengan situasi tertentu, khususnya situasi mendesak.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.