Fakta Nasional

Tragedi Lingkungan di Tangerang: Biota Laut Mati Massal Akibat Limbah Kimia

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pesisir utara Kabupaten Tangerang sedang berduka. Ribuan biota laut mulai dari ikan, kerang, hingga udang ditemukan mati mengambang sejak Kamis (12/2/2026). Fenomena ini diduga kuat akibat pencemaran kimia berbahaya yang…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 16 February 2026 📖 1 menit
Tragedi Lingkungan di Tangerang: Biota Laut Mati Massal Akibat Limbah Kimia
Tragedi Lingkungan di Tangerang: Biota Laut Mati Massal Akibat Limbah Kimia/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pesisir utara Kabupaten Tangerang sedang berduka. Ribuan biota laut mulai dari ikan, kerang, hingga udang ditemukan mati mengambang sejak Kamis (12/2/2026).

Fenomena ini diduga kuat akibat pencemaran kimia berbahaya yang terbawa aliran Sungai Cisadane. Dampaknya meluas dari kawasan Tanjung Pasir hingga Dadap, memicu kekhawatiran serius di kalangan nelayan dan warga lokal mengenai keamanan pangan dari laut.

Rosita, perwakilan Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia, mengungkapkan bahwa kondisi air laut kini tampak berminyak dengan partikel asing yang menempel, dilansir pada 16 Februari 2026.

Akibatnya, tambak udang dan kerang milik nelayan hancur. Kerugian material tidak terhindarkan karena hasil tangkapan yang terpapar zat kimia tersebut terpaksa dibuang.

Banyak nelayan memilih berhenti melaut karena takut menyebarkan ikan yang tidak layak konsumsi kepada masyarakat, demi menjaga etika dan keselamatan bersama

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono, langsung mengeluarkan larangan sementara bagi masyarakat untuk mengonsumsi atau memperjualbelikan ikan dari area terdampak.

Saat ini, sampel air sedang diuji di laboratorium untuk memastikan jenis zat kimia yang berasal dari residu kebakaran gudang pestisida PT Biotek Saranatama. Hasil investigasi diperkirakan keluar dalam 10 hari ke depan untuk menentukan langkah mitigasi dan rehabilitasi ekosistem pesisir yang rusak.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK