Fakta Nasional

Transformasi Kemandirian Perempuan: Jejak Dedikasi Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi Pendamping Wagub Kalsel untuk Banua

DALAM dinamika kepemimpinan di Kalimantan Selatan, seringkali sorotan utama hanya tertuju pada para pemegang kebijakan formal. Namun, muncul sebuah narasi inspiratif dari sosok drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi. Istri dari Wakil Gubernur Kalimantan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 05 May 2026 📖 2 menit
Transformasi Kemandirian Perempuan: Jejak Dedikasi Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi Pendamping Wagub Kalsel untuk Banua
Transformasi Kemandirian Perempuan: Jejak Dedikasi Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi Pendamping Wagub Kalsel untuk Banua/(Edit-DitFkn)
) -->

DALAM dinamika kepemimpinan di Kalimantan Selatan, seringkali sorotan utama hanya tertuju pada para pemegang kebijakan formal.

Namun, muncul sebuah narasi inspiratif dari sosok drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi. Istri dari Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi Sulaiman ini, berhasil mendefinisikan ulang makna seorang pendamping pemimpin.

Bukan sekadar hadir dalam seremonial, Ellyana menunjukkan bahwa ruang publik adalah ladang pengabdian yang memerlukan sentuhan profesionalisme dan empati mendalam.

Sebagai seorang praktisi kesehatan (dokter gigi), Ellyana membawa disiplin ilmu dan ketelitian dalam setiap langkah organisasinya.

Sebagaimana dirangkum dari catatan kiprahnya di Bumi Antasari, ia tidak hanya berperan sebagai pendukung karier suami, melainkan menjadi penggerak perubahan di berbagai lini strategis, mulai dari sektor kesehatan hingga pemberdayaan sosial.

Kepiawaian Ellyana dalam memimpin semakin nyata saat dirinya dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) wilayah Kalsel untuk masa bakti 2025–2030.

Di bawah nakhodanya, jaringan intelektual para alumni diarahkan untuk menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang konkret.

Ellyana meyakini bahwa kolaborasi antar-alumni adalah kunci untuk menghadirkan solusi atas tantangan yang dihadapi masyarakat Kalimantan Selatan saat ini.

Tak hanya di ranah akademis, perhatiannya terhadap kualitas hidup warga Banua juga tercermin melalui posisinya sebagai Ketua VII Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kalsel.

Di sini, Ellyana bergerak masif mengampanyekan pentingnya edukasi kesehatan sejak dini.

Fokus utamanya adalah menekan angka penyakit kardiovaskular melalui gaya hidup sehat.

Baginya, kesehatan jantung adalah investasi jangka panjang bagi produktivitas masyarakat, dan upaya preventif jauh lebih berharga daripada tindakan pengobatan.

Transformasi Kemandirian Perempuan dan Penguatan Karakter Generasi Muda

Eksistensi Ellyana Trisya Hasnuryadi juga menyentuh aspek fundamental kemasyarakatan: perempuan dan pemuda.

Sebagai Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Kalsel, ia konsisten menyuarakan pentingnya kemandirian ekonomi bagi kaum perempuan.

Melalui sinergi dengan BKKBN, ia memperkuat ketahanan keluarga dengan menempatkan perempuan sebagai pilar utama kependudukan yang cerdas dan berdaya.

Di sisi lain, masa depan generasi muda tak luput dari perhatiannya. Melalui Tim Penggerak PKK Kalsel, Ellyana rutin menginisiasi pelatihan public speaking.

Program ini bertujuan untuk memupuk rasa percaya diri anak muda Banua agar mampu menyuarakan aspirasi dan ide kreatif mereka di panggung yang lebih luas.

Menariknya, di tengah tumpukan agenda birokrasi dan organisasi, Ellyana tetap menjaga kedekatan spiritual dengan masyarakat.

Kehadirannya yang bersahaja dalam majelis Qasidah Burdah serta kegiatan selawat bersama warga, membuktikan bahwa kepemimpinan sejati adalah yang tetap membumi dan religius.

Ia berhasil menciptakan harmonisasi antara peran domestik, profesionalisme medis, dan tanggung jawab sosial, menjadikannya teladan nyata bagi perempuan modern di Kalimantan Selatan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK