Trauma Bonding, Mengapa Korban Sulit Lepas dari Hubungan Beracun?
FAKTANASIONAL.NET - Trauma bonding merupakan keterikatan emosional yang sangat kuat antara seseorang dengan pihak yang memberikan kekerasan, manipulasi, atau perlakuan menyakitkan. Kondisi ini dapat membuat seseorang tetap bertahan dalam hubungan ya…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Trauma bonding merupakan keterikatan emosional yang sangat kuat antara seseorang dengan pihak yang memberikan kekerasan, manipulasi, atau perlakuan menyakitkan.
Kondisi ini dapat membuat seseorang tetap bertahan dalam hubungan yang sebenarnya merugikan, meski menyadari bahwa relasi tersebut sudah tidak sehat.
Dikutip dari Alodokter, trauma bonding kerap muncul melalui pola berulang.
Perlakuan buruk atau kekerasan dapat berganti dengan permintaan maaf, perhatian, hadiah, kasih sayang, maupun janji untuk berubah. Siklus tersebut membuat korban kembali memiliki harapan bahwa hubungan akan membaik.
Kondisi ini tidak hanya ditemukan dalam hubungan asmara. Trauma bonding juga dapat terjadi dalam keluarga, pertemanan, hingga lingkungan pekerjaan.
Kenali Tanda dan Faktor Pemicu Trauma Bonding
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain kesulitan meninggalkan hubungan, membela perilaku pelaku, merasa bersalah ketika ingin pergi, serta munculnya ketergantungan emosional.Korban juga dapat mengalami keraguan terhadap diri sendiri, mengabaikan kebutuhannya demi menjaga hubungan, dan terus terjebak dalam siklus perlakuan buruk yang kemudian diikuti perhatian atau kasih sayang.
Dilansir dari Alodokter, sejumlah faktor dapat berperan dalam terbentuknya trauma bonding.
Di antaranya manipulasi psikologis seperti gaslighting, ancaman dan intimidasi, ketergantungan emosional atau finansial, minimnya dukungan sosial, pengalaman hubungan tidak sehat sebelumnya, hingga pola attachment tertentu.
Riwayat trauma masa lalu dan toxic positivity juga dapat membuat seseorang lebih sulit melihat hubungan secara objektif.
Namun, faktor tersebut tidak otomatis membuat seseorang mengalami trauma bonding karena setiap individu memiliki respons berbeda terhadap kekerasan dan manipulasi.
Bagaimana Cara Melepaskan Diri dari Trauma Bonding?
Proses keluar dari trauma bonding membutuhkan waktu. Langkah awal dapat dilakukan dengan mengenali pola hubungan yang merugikan, kemudian menceritakannya kepada orang yang dipercaya.Membangun kembali dukungan sosial, menetapkan batasan sehat, serta berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater juga dapat membantu proses pemulihan.
Jika hubungan melibatkan ancaman atau kekerasan, keselamatan harus menjadi prioritas. Rencana untuk meninggalkan hubungan sebaiknya disiapkan secara aman, termasuk menyiapkan tempat berlindung, menghubungi orang tepercaya, dan menyimpan dokumen penting.
Alodokter menegaskan bahwa sulit berpisah atau masih merindukan pelaku bukan berarti seseorang gagal pulih. Pemulihan dapat berlangsung bertahap hingga rasa aman, kepercayaan diri, dan kendali atas kehidupan kembali terbentuk.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.