Update Insiden Robohnya Musala Ponpes Al Khoziny: 7 Korban Berhasil Dievakuasi, 5 Selamatkan 2 Meninggal
SIDOARJO, FAKTANASIONAL.NET– Upaya pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR) terhadap korban runtuhnya bangunan pondok pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kembali menunjukkan hasil positif. Hingga hari ketiga pasc…
Dengarkan Ringkasan
SIDOARJO, FAKTANASIONAL.NET– Upaya pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR) terhadap korban runtuhnya bangunan pondok pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kembali menunjukkan hasil positif.
Hingga hari ketiga pascakejadian, tepatnya Rabu (1/10/2025) pukul 22.00 WIB, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi lima orang dalam kondisi masih hidup.
Dari kelima korban selamat tersebut, empat orang berada dalam kondisi stabil, sementara satu lainnya dilaporkan kritis sehingga membutuhkan penanganan medis intensif.
Seluruh korban segera dibawa ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Selain menemukan korban selamat, tim SAR juga mengevakuasi dua korban yang telah meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah korban jiwa akibat insiden runtuhnya gedung yang diduga dipicu kegagalan konstruksi itu kini bertambah menjadi lima orang.
Kedua jenazah kemudian dibawa ke RS Siti Hajar untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Asesmen Ulang dan Tantangan di Lapangan
Pada Rabu malam, tim SAR kembali melakukan asesmen untuk memastikan keberadaan satu korban lain yang sebelumnya terdeteksi masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan di balik reruntuhan.
Lokasi korban yang terjebak ini berada pada titik yang sangat sulit dijangkau, sehingga strategi penyelamatan harus dilakukan secara hati-hati dan penuh perhitungan.
Penggunaan alat berat dalam operasi penyelamatan masih ditunda karena kondisi struktur bangunan yang rapuh berisiko menimbulkan runtuhan tambahan.
Getaran sekecil apa pun dikhawatirkan justru memperburuk situasi dan mengancam keselamatan korban maupun petugas di lapangan.
Apabila nantinya tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan, BNPB bersama Basarnas serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melakukan musyawarah dengan pihak keluarga korban sebelum melanjutkan proses evakuasi menggunakan alat berat.
Jumlah Korban Masih Dinamis
Data terakhir yang diperbarui pada Rabu (1/10) pukul 23.00 WIB mencatat masih ada 59 orang yang diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Angka ini diperoleh dari daftar absensi ponpes serta laporan kehilangan dari keluarga.
Namun, jumlah tersebut bersifat dinamis karena adanya kemungkinan beberapa nama yang tercatat sebenarnya selamat atau tidak berada di lokasi saat kejadian, tetapi belum melapor kepada pihak berwenang.
Prioritas Keselamatan
Dalam setiap langkah operasi, tim SAR menegaskan bahwa keselamatan korban maupun petugas menjadi prioritas utama.
Oleh karena itu, strategi penyelamatan difokuskan pada upaya evakuasi manual dengan menggunakan peralatan ringan dan teknik khusus, agar korban yang masih hidup dapat diselamatkan secepat mungkin.
Pemerintah pusat bersama daerah terus memantau perkembangan operasi ini. Dukungan penuh dari BNPB, Basarnas, TNI-Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat diharapkan mampu mempercepat proses evakuasi sekaligus memberikan harapan bagi keluarga yang masih menunggu kabar anggota keluarganya yang hilang.[zul]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.